Facebook Badge

Monday, August 16, 2010

Click4Trip - Trip on your Fingertip!

Link

Click4Trip was created by three passionate travellers, who often have travelled off the beaten track discovering extraordinary hidden gems as well as visited many of the world's greatest destinations.

We have all spent much time every year travelling and exploring the world with true passion and we have personally visited all the destinations we present on our website, as well as having taken all the photos ourselves.

Our mission is now to offer everyone the assistance they need to make their dream come true!


Saturday, August 14, 2010

Menjadi penulis juga harus pintar bicara!



Jaman dahulu mungkin penulis hanyalah orang yang pandai berkomunikasi melalui tulisan, hanya berkomunikasi dengan kertas dan komputernya. Tetapi saat ini, seorang penulis harus pandai berkomunikasi secara verbal. Penulis di jaman Facebook & Twitter menjadi alat bantu promosi, harus pandai mempromosikan karyanya tidak hanya dengan menulis di Facebook atau pun twitter, tetapi juga harus pandai berkata-kata dengan luwes di depan corong radio atau publik di acara-acara off air/ promosi di berbagai tempat.


Beberapa tahun yang lalu, saya ingat, kakak tertua saya pernah bilang, saya pandai dalam hal komunikasi melalui tulisan (saya berkomunikasi melalui chatting di YM, karena dia tinggal di luar negeri) tetapi saat bertemu langsung, orang akan "kecewa", karena saya lebih banyak diam dan tidak reaktif. Dulu saya selalu bela diri, "yah mau gimana lagi, memang aslinya aku ini pendiam, ngga seperti kakak yang ceriwis, mirip mercon yang kena api langsung nyerocos ngga berhenti, tanpa koma"

Tapi dipikir-pikir, pekerjaan apa pun membutuhkan keahlian berbicara (terutama bicara di depan umum/ public speaking). Mungkin karena itu, saya sangat kagum pada para announcer di radio, saat pertama kali saya ikut talk show keroyokan tentang backpacker di Radio Global, saya perhatikan terus kedua announcer di studio. Entah mengapa saya menjumpai karakter yang sama di setiap penyiar radio, umumnya mereka ramah dan cepat akrab dengan orang-orang yang mereka temui, dan pandai berkata-kata dan improvisasi.


Saya ingin seperti mereka. Walaupun saya bekerja di bidang Manajemen SDM, tetapi menurut saya, ketrampilan berbicara di depan umum ini harus saya kuasai, terutama berbicara ala penyiar radio, sehingga karyawan tidak merasa takut/ segan saat saya harus mensosialisasikan program/ aturan HRD yang baru. Dulu saya berharap saya bisa ikut training/ kursus public speaking untuk mendapatkan ketrampilan ini. Tetapi Tuhan menjawab doa saya dengan cara lain. Secara kebetulan 1 tahun yang lalu saya ikutan talk show keroyokan di Radio Global, lalu tahun ini, karena harus promosi novel saya "Cinderella in Paris", saya dapat undangan talk show di Women Radio 94,3 FM selama kurang lebih 1 jam. Untungnya saya sempat menjadi pembicara di acara backpacker. Lama kelamaan, saya yang dulu takut berbicara di depan umum, malah jadi addicted untuk cuap-cuap di acara talk show.

Dan ternyata karena dinilai menarik dan komunikatif di acara talk show novel saya, saya diajak Women Radio untuk menjadi nara sumber acara Traveling tiap Minggu jam 15.00 -16.00. Simak ya, Minggu ini acaranya tentang Amsterdam.

Kalau mau ketemu saya langsung, bisa datang ke acara "NGABUBURIT BARENG PENULIS BUKU TRAVELING BENTANG PUSTAKA" di Mega Mall Bekasi jam 15.00 - 17.00. Datang ya, bisa ketemu saya dan teman-teman penulis di BP



Monday, August 2, 2010

BukuDiskon.Com: Panduan Hemat Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg, Trier - Sari Musdar

Always keep wondering when you can do your own Europe trip?
Go to this link to buy Sari Musdar's book


Link

Thursday, July 22, 2010

Perempuan, tetaplah perempuan

Sepintar apa pun mereka, mereka tetaplah makhluk Tuhan yg terkontaminasi ide "happily ever after" dgn pasangan mereka, sehingga kadang-kadang mereka sendiri yang merusak hubungan manis yang sedang berjalan atau mengabaikan tanda-tanda lelaki yg ia kencani kurang baik untuk dia.

Saya belajar dari pengalaman kakak-kakak yg sudah menikah (bukan hanya menikah krn terpaksa dikejar dead line) dan menemukan serta ditemukan cinta sejati..

kadang-kadang sepintar apa pun perempuan, mereka menjadi bodoh karena (apa yg mereka pikir) cinta..mereka terlalu mencintai ide menikah ddengan atribut yang dimiliki si lelaki dan bukan mencintai lelaki yg sedang dalam hubungannya...

laki-laki yg mencintai kita, tdk akan membuat SIGN yg membingungkan kita,, petunjuknya sangat jelas dibaca...

laki-laki akan bergerak, jika ia yakin perempuan inilah yg dia cinta...

Kadang karena kita terbuai oleh euphoria cinta, kita bahkan melupakan atau pura-pura tidak melihat, tanda-tanda yang sebenarnya sangat jelas muncul dari lelaki yang kita cintai, bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak mencintai kita. Barulah saat tanda-tanda itu semakin jelas, dan pihak lelaki memutuskan kita, kita baru sadar dan mulai menganalisa kejadian-kejadian yang harusnya sudah membuat kita sadar, dia bukan yang terbaik untuk kita.


saya suka ketawa dgn perempuan, yg belum apa-apa sudah keGRan berpikir terlalu jauh ke jenjang cinta. Mudah ditemui di Face Book. Contohnya, 6 bulan yg lalu saya agak fed up dgn seorang wanita muda yg di status FB nya selalu menulis kisah cinta dia dgn lelaki Perancis, lalu sangat sering posting berita/ event ttg pernikahan antar bangsa...Hingga saking muaknya, saya "hide" semua status dari perempuan ini.

baru sebulan kmrn saya iseng melihat profile dia, ternyata dia berhenti posting berita ttg pernikahan antar bangsa...ternyata dia sudah putus dan pacarnya yang sekarang adalah pria indonesia 100% asli, padahal perempuan ini sudah bergabung dengan grup srikandi (organisasi perempuan Indonesia yang menikah dengan pria beda bangsa)

Laki2 tetaplah laki2, dia akan senang jika semua ide (kencan, tunangan, menikah) keluar dari dia.. dan mereka akan ketakutan jika melihat si perempuan belum apa2 sudah membayangkan pernikahan..

jadi? kalau pun kita dalam suatu hubungan dengan lelaki yg menurut kita best candidate utk jadi suami, TAHAN DIRI gals untuk terlalu GR dan berpikiran terlalu cepat utk menikah (kecuali ide itu datang dari si lelaki)..


Tulisan ini untuk semua perempuan yg masih belum menemukan cinta sejatinya -baca : menikah dengan cinta sehatinya-- (termasuk saya tentunya ^0^)

Sari Musdar, penulis novel Cinderella in Paris

Saturday, May 15, 2010

resensi : CInderella in Paris (best seller at Gramedia book stores)

ditulis oleh Adhe Mirza Hakim


Cinderella in Paris (Resensi)

Yesterday at 9:53pm
Kesan pertama memegang buku ini, cukup menarik mata, tampilan covernya yang romantis melukiskan gerbang Arc du Triomphe di waktu malam dengan kilatan lampu jalan dan mobil menebarkan warna ke emasan dan langit malam yang bewarna jingga, sungguh sangat romantis!

Saat aku buka lembaran kertasnya, ternyata fine quality, ini yang aku suka, kertas yang awet, dengan harga Rp. 50.000,- sangat sepadan. Menbaca endorsement novel ini langsung membuatku tersenyum…soalnya ada 2 nama yang sudah aku kenal didalamnya, hehe….

Membaca novel ini dari Bab 1 sampai Bab 17 benar-benar mengasyikkan, kita seperti ikut terlibat didalam perjalanan hidup tokoh Saras Ratiban. Satu hal yang dapat kunilai dalam novel ini, kejujuran dari penulis dalam mengisahkan alur kehidupan dari seorang Saras Ratiban. Kejujuran yang mendatangkan simpati, tetapi tidak untuk dikasihani. Tokoh Saras Ratiban mencerminkan karakter yang kuat dari seorang wanita karir yang masih lajang, yang berusaha kuat untuk meraih cinta sejatinya.

Jika dibanding dengan pendidikan dan karirnya, kisah cinta Saras tidak berbanding sama lurusnya. Kisah cinta yang berliku dan melalui waktu dan perjuangan perasaan yang campur aduk rasa nano nano, membuat pembaca terbawa hanyut dalam perasaan mengharu biru. Bagaimana rasanya menjumpai ‘Frenemy’ (Friend ‘n Enemy, I like this idiom, really!) yang begitu dekat dengannya, lalu laki-laki yang selalu memberi ‘harapan’ tetapi akhirnya menghilang atau mengecewakan, ditemui Saras sejak masa kuliah di Bandung sampai kehidupan berkarirnya. Periode masa kuliah antara tahun 1994 – 1998, dianggap Saras sebagai periode yang indah, dimana kehidupan sebagai mahasiswa tidaklah serumit kehidupan wanita dewasa, yang mulai dituntut untuk memikirkan jodoh pendampingnya.

Kepiawaian penulis dalam mendeskripsikan sosok Saras yang ceria, optimis dan ambisius, melengkapi kekuatan tokoh Saras dalam menjalani hidup yang penuh dengan cobaan, dari masalah pekerjaan, frenemy, jodoh yang tak kunjung tiba sampai obsesi untuk meraih beasiswa yang belum terjangkau. Semuanya berujung ke niat ingin bunuh diri, hehehe….pada Bab ke 14 yang bertitle ‘Hantu Ci Vivi’, aku dibuat tertawa terbahak-bahak, bener-bener membayangkan Saras yang konyol dan lucu. Pembaca dibuat tertawa, jengkel saat membaca bagian tentang frenemy dan saat para lelaki yang sukanya memberi harapan dan tebar pesona saja dari Perancis sampai Melbourne. Lalu diakhiri dengan rasa haru karena bahagia dimana Saras akhirnya menemukan ‘Jantung Hatinya’ yang telah disiapkan oleh Yang Maha Kuasa pada waktu dan tempat yang indah di ‘Parc de Sceaux’ Paris, tres joli…ma cherie!

Perjalanan ala backpackers di benua Eropa dan Australia, memberikan setting yang indah tentang tempat dan suasana yang ditemui Saras, sungguh membuat kita terbujuk untuk pergi ke sana juga. Kisah ini dilengkapi dengan tokoh-tokoh pendamping yang cukup banyak yang memberi nuansa tersendiri dari tiap Bab yang dibaca. Akhir kata kisah ini berakhir ‘Happy Ending’…..seperti kisah dongeng Cinderella yang akhirnya berjumpa kembali dengan Pangeran Pujaan hatinya, setelah tepisah oleh ruang dan waktu selama 5 tahun.

Kalau mau lebih jelas….beli bukunya yaaa….jangan minjem!

Buat penulis…ditunggu novel-novel manis lainnya….semanis senyum HRD Saras Ratiban! hehehe…….

Monday, May 10, 2010

komentar pembaca Cinderella in Paris

Ini dia komentar dari yang sudah baca, aku ambil dari grup Cinderella in paris, face book

Petty S Fatimah (chief editor Femina)
hi sari bukunya sudah diterima. seru kayaknya nih..:)) congratzThursday at 5:58pm

Suci Dwijayanti (palembang)
mba' sari.. novel CIP nya udh ada di gramed palembang ^_^akhirnya dpt jg :)Yesterday at 11:53am

Fauzani Marjana (Surabaya)
Kalo aq sebut pecel Madiun : Campuran pedes dan kriuknya keripik renyah. Enak. Men...gajak berpikir positif atas segala kesusahan mendapat keinginan.May 1 at 6:32am

Beatrice Cynthia Walter " sedang baca Cinderella in Paris sambil mendengar rintikan hujan di luar rumah.

Diah Retno K. N I have read it.. Really good story.. Coba kalo di film in :D
Yesterday at 11:15am


Siti Faizah I already read your novel
sis, It's fabolous... Saras Ratiban? Pengejawantahan mbak Sarikah? hehehe....

waktu baca kaya ga baca
novel, kaya baca kisah hidup orang beneran... nyata gitu, ga ada
munafik-munafiknya

Komentar pembaca Cinderella in Paris



Ini dia komentar dari yang sudah baca, aku ambil dari grup Cinderella in paris, face book

Petty S Fatimah (chief editor Femina)
hi sari bukunya sudah diterima. seru kayaknya nih..:)) congratzThursday at 5:58pm

Suci Dwijayanti (palembang)
mba' sari.. novel CIP nya udh ada di gramed palembang ^_^akhirnya dpt jg :)Yesterday at 11:53am

Fauzani Marjana (Surabaya)
Kalo aq sebut pecel Madiun : Campuran pedes dan kriuknya keripik renyah. Enak. Men...gajak berpikir positif atas segala kesusahan mendapat keinginan.May 1 at 6:32am

Beatrice Cynthia Walter " sedang baca Cinderella in Paris sambil mendengar rintikan hujan di luar rumah.

Diah Retno K. N I have read it.. Really good story.. Coba kalo di film in :D
Yesterday at 11:15am


Siti Faizah I already read your novel
sis, It's fabolous... Saras Ratiban? Pengejawantahan mbak Sarikah? hehehe....

waktu baca kaya ga baca
novel, kaya baca kisah hidup orang beneran... nyata gitu, ga ada
munafik-munafiknya

Monday, May 3, 2010

mau promosi blog kamu + tampil di webiste http://www.click4trip.net?

Kirim foto-foto terbaik dan tulisan singkat tentang tempat-tempat wisata yang sudah teman-teman kunjungi serta komentar ttg website http://www.click4trip.net

& kirim ke click4trip.net@hotmail.com, selambat-lambatnya akhir Mei 2010

2 Tulisan yg terbaik akan mendapat buku Cinderella In Paris
dan berhak muncul dalam websi...te serta mempublikasikan blognya

ditunggu ya :-)

Tuesday, April 27, 2010

Menulis itu (mungkin) mudah, yang (agak) sulit mencari penerbit yang tepat

Sejak kecil, mungkin karena terlahir diurutan ke empat setelah 3 kakak-kakak perempuan yang sangat talkactive, saya cendereung menjadi tipe anak yang pendiam. Mungkin karena itu pula, saya lebih senang mengekspresikan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan melalui gambar dan setelah bisa menulis melalui tulisan, daripada melalui bahasa verbal. Dua acara televisi yang tidak pernah saya lewatkan adalah acara menggambar bersama Pak Tino Sidin dan acara “Menulis itu Mudah” bersama Arswendo Atmowiloto, keduanya acara di TVRI (hehehe jaman dulu memang itu satu-satunya program TV yang kita tonton bukan?)
Jaman internet belum ada, saya menulis apa yang saya rasakan dan pikirkan di Jurnal Harian saya (baca : “Diary”). Jurnal-jurnal itu masih saya simpan sampai sekarang (terutama jaman saya masih SMA – kuliah) Lalu sejak ada internet, saya mulai membuat blog di multiply dan blogspot. Sejak ada blog, seolah-olah semua orang menjadi bisa menulis. Orang bisa dengan mudah mencurahkan perasaannya, segala kejadian, perasaan senang, cemas, uneg-uneg, amarah atau pun kritik kepada Pemerintah dan orang –orang terkenal.
Menulis mungkin mudah, tetapi jika kita serius ingin menjadi Penulis Profesional, (dalam artian dari penulis amatir kelas blogspot / multiply/ wordpress ke penulis yang tulisannya diterbitkan penerbit), ada trik dan tip tertentu. Well, mungkin saya belum pas untuk share hal ini, karena toh saya juga baru penulis pemula, yang novelnya baru saja diterbitkan. Tetapi ngga apa-apa kan kalau saya mau berbagi, karena saya tahu bagaimana sulitnya buat seorang penulis amatir, yang sama sekali bukan selebritis, bisa menembus penerbit, dan saya akan senang kalau tulisan saya ini bisa menyemangati teman-teman yang saat ini sedang berjuang supaya tulisannya bisa dibaca oleh banyak penduduk Indonesia dan menjadi penulis terkenal.
Berikut adalah trik dan tips supapay tulisan kita diterbitkan Penerbit :
1. Apa pun yang terjadi, tetaplah menulis. Luangkan waktu minimal 1 jam untuk menulis sesuatu, kecuali saat kita benar-benar sedang kreatif dan mood, tulislah selama ide dari otak habis hehehe
2. Menulis di blog sangat dianjurkan, karena dari situ kita bisa tahu apakah tulisan kita tidak hanya disenangi diri sendiri (ini mah narsis hehehe), gaya penulisan dan bahasanya menarik dan serta banyak penggemar yang rela menghabiskan waktu untuk membaca tulisan kita.
3. Manfaat lain punya blog yg selalu update, trend saat ini banyak Penerbit atau ditor dari media yang mulai rajin melongok ke blog-blog kita para penulis amatir, nah, rajin-rajinlah update memperbarui isi blog kita, dan buatlah sesuai dengan tema dan gaya yang kita sukai. Jangan pernah mencontoh tulisan orang lain atau gaya tulisan penulis terkenal
4. Berkaitan dengan point 2 dan 3, mengingat penghormatan terhadap karya cipta orang lain masih belum cukup tinggi di Indonesia, setiap habis “upload” tulisan kamu ke blog, kirim copy ke email pribadi kamu. Ini untuk antisipasi, jika ada orang yang menjiplak karya tulis kita, kita punya bukti kuat bahwa tulisan di blog kita asli hasil pemikiran kita. (Tulisan saya “Jalan-Jalan Murah ke Eropa, jadi backpacker yuk!” yang saya muat di multiply saya –oceanebleue- dan di website penulis pemula http://www.gagasmedia.com. ternyata dijiplak mentah-mentah oleh pemilik blog http://hajarbos.blogspot.com, si pemilik blog hanya menukar subyek “saya” menjadi “gue”. Lucunya hal ini saya ketahui dari salah satu penerbit yang mengajak saya untuk menulis buku panduan backpack ke Eropa)
5. Facebook & Twitter saat ini adalah situs jaringan sosial terbesar, kalau yakin tulisan kita menarik dan bermanfaat, manfaatkan juga fasilitas yang ada di kedua situs tersebut, misalnya dengan menset link dari multiply atau blog kita ke facebook dan twitter, sehingga setiap kita upload tulisan baru, langsung muncul di FB dan Twitter kita. Manfaatkan juga fasilitas “Notes” di FB, karena banyak editor di perusahaan penerbitan buku mempunyai account FB, dan kadang-kadang, kalau memang jodoh, tulisan kita dibaca mereka. Mungkin saja teman dari teman kita ada yang bekerja di perusahaan penerbit bukan? Ngga ada salahnya untuk mencoba segala jalan 
Ngga berani menjalankan ide point 5 ini? Kalau kamu masih takut tulisan kamu dibajak teman FB atau pengguna FB lain yang kena tag, perhatikan trik/ tip point 4 di atas.
6. Kalau kamu sudah punya naskah, sebelum dikirim ke penerbit, pastikan tulisan kamu benar-benar menarik, dan diketik dengan aturan penulisan yang benar (spasi, pemilihan font, pengetikan tanda-tanda baca, dan lain-lain) mungkin bisa minta bantuan teman-teman yang kamu percaya dan mereka obyektif. (kadang kala karena teman/ saudara, mereka jadi ngga enak hati untuk bilang yang sejujurnya kalau tulisan kamu kurang menarik)
7. Untuk tulisan non fiksi, kamu hanya perlu memberikan konsep tulisan kamu, tujuan tulisan dan siapa calon pembaca / target pemasaran buku kamu, ini juga mempengaruhi gaya bahasa yang harus kamu gunakan nanti.
8. Untuk tulisan fiksi, kamu harus sudah menyelesaikan tulisan kamu (minimal 100 halaman A4) dan synopsis. Plot cerita harus dibuat mengalir dari satu bab ke bab lain
9. Berhubung kita ini bukan seleb, untuk membuat resume yang menarik saat nanti kita mengirim naskah ke penerbit, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan redaksi di pernerbit, ikutilah semua lomba penulisan atau rajin-rajin kirim tulisan ke majalah.
10. Nah sekarang, naskah sudah di tangan, terus langkah selanjutnya kamu harus mulai berburu penerbit. Bagaimana cara mendapatkan kontak penerbit?
a. Datang ke toko-toko buku, jangan malu untuk mencatat semua alamat yang penerbit yang tertulis di halaman belakang buku
b. Kalau agak malas jalan-jalan ke toko buku, bisa search di internet, atau di Facebook (banyak penerbit yang punya fan page)
11. Saat mengirim naskah, kita juga harus pandai meyakinkan editor, bahwa tulisan kita ini ide/ konsepnya bagus dan menarik, dan saat ini sedang trend atau sangat dibutuhkan pembaca Indonesia.
12. Ide kamu harus benar-benar orisinil, dan beda dengan yang ada di pasaran/ toko-toko buku.
13. Sebisa mungkin sih kirim naskah ke penerbit dalam bentuk hard copy, ini untuk mengantisipasi kemungkinan tulisan kamu dibajak editor (yang mungkin menolak, tapi ternyata dia menulis ulang atau menyontek konsep tulisan kamu).
14. Kalau ditolak penerbit, apalagi baru 3 editor yang menolak kamu, jangan langsung patah semangat! Naskah saya, Cinderella in Paris, sempat ditolak 3 penerbit besar, padahal saya sudah semangat DATANG LANGSUNG ke kantor mereka (1 ada yang di Yogyakarta hehehe, niat banget ya).
Saya baru sadar, editor di Indonesia sebagian besar tidak berperan sebagai mentor, apalagi konsultan penulisan. Kalau mereka sudah ngga suka dengan tulisan kita, mereka langsung menolak, tanpa ada masukan apa pun.
Editor sangat subyektif. Kalau cuma ditolak 3 – 5 editor, padahal banyak pembaca blog kamu bilang tulisan kamu menarik, jangan langsung putus asa ya! Tetap usaha kirim naskah sampai kamu ketemu editor yang “click” dengan naskah kamu. (bisa dibilang urusan menemukan penerbit ini sama dengan urusan mencari jodoh, hehehe kalau ini sih masalah saya yang belum nemu jodoh yang tepat) Selera masyarakat Indonesia yang ratusan juta orang dengan latar belakang yang sangat beragam, sangat sulit untuk diperkirakan, jadi tetaplah berusaha mengirim naskah ke penerbit yang punya visi, misi dan gaya bahasa mirip-mirip naskah kamu.
15. Untuk penulis pemula seperti kita ini, jangan terlalu bermimpi langsung mendapatkan kontrak dengan penerbit besar dan ternama. Saat ini kita hanyalah NOBODY, yang ngga dikenal siapa-siapa selain para fan di blog kamu (kecuali kamu selebritis yang kondang). Kalau nemu penerbit yang mau menerbitkan tulisan kita, dan editor ini menghargai konsep dan ide tulisan kita, alias “click”, terima saja tawaran editor itu. Yang penting kan cita-cita kita menjadi penulis professional yang bukunya diterbitkan di seantero Indonesia sudah tercapai. Berdoa saja, kalau sudah ada “nama” di buku kita, dan tulisan kita menjadi best seller, pasti penerbit besar yang dulunya melihat kita sebelah mata akan mengajak kerja sama.
(baru-baru ini saya dihubungi lagi oleh editor dari anak perusahaan penerbit besar, yang dulu, waktu Novel saya Cinderella In Paris belum terbit, seolah-olah ogah-ogahan menerima naskah non fiksi saya tentang panduan terlengkap backpacking ke Eropa, mudah-mudahan project ini goal ya, amin)
16. Nah sepertinya segala trick dan tips sudah saya sebutkan semua. Akhirnya, sebagai orang yang percaya TUHAN berperan dalam setiap bagian cerita hidup kita, saran terakhir saya adalah, teruslah berdoa, semoga Tuhan merestui niat kita untuk menjadi penulis. Saya dulu menulis novel CIP, karena saya ingin menghibur teman-teman seperjuangan yang masih lajang, dan ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap para lajang berusian 30 tahunan (terutama wanita), dan saya berdoa kepada Tuhan, semoga novel saya ini bisa dibaca banyak orang, sehingga saya bisa menghibur banyak orang dengan novel saya.
Moga-moga bermanfaat buat teman-teman yang mempunyai mimpi suatu saat tulisannya akan dibaca banyak orang dan terpajang di rak-rak toko buku Gramedia dan toko buku lainnya. Kalau memang kamu punya bakat, tulisan kamu bagus, dan ada “pesan” yang ingin kamu sampaikan ke pembaca Indonesia, teruslah bermimpi. Konsisten pada mimpi kamu, dan jangan berhenti menulis.

Salam sukses !
Sari Musdar untuk fan page Cinderella in Paris
27 April 2010


Monday, April 19, 2010

SEKALI BERKERETA KE SYDNEY, PULAU MANLY TERLAMPAUI

Siapa yang tidak tahu atau tidak pernah mendengar gedung Sydney Opera dan Jembatan Harbour di Sydney Australia? Semua orang yang bermimpi untuk mengunjungi kota terbesar di benua selatan Indonesia ini pasti ingin melihat gedung yang menjadi landmark kota tertua di Australia. Seolah-olah belum ke Sydney kalau belum berfoto di depan kedua icon Sydney tersebut. Gedung Opera Sydney yang bentuknya unik seperti keong dibangun oleh arsitek Denmark Jorn Utzon dan dibuka untuk umum sejak tahun 1973, sedangkan jembatan baja berbentuk busur terbesar di dunia, yang bernama jembatan Harbour yang dikenal oleh orang-orang lokal sebagai "The Coathanger" dibuka jauh lebih dahulu sejak tahun 1932. Tetapi tunggu dulu, kali ini saya tidak ingin membahas landmark kota Sydney, saya lebih tertarik bercerita ingin sedikit tentang Pulau Manly.


Kebetulan saya berkesempatan mengunjungi Sydney di akhir bulan Februari 2009, setelah kursus saya di Melbourne selesai. Saya berangkat dari Melbourne dengan kereta country link dari Stasiun Southern Cross. Tadinya sih sempat mengutuki diri sendiri karena telat memesan tiket pesawat Jetstar. Bayangkan saja, untuk harga yang jauh lebih murah dari tiket kereta sebesar 68 Dollar Australia, jika saya naik Jetstar (Australian flight budget), hanya memakan waktu 1 jam, dengan kereta, terpaksa pantat saya harus bermesraan dengan kursi selama 10 jam. Bisa dibayangkan di dalam kereta, dua jam pertama saya sibuk mencari beberapa posisi wuenak , dan itu berlanjut dalam interval 2 jam-an.

Berada di dalam kereta selama 10 jam yang melewati kawasan kering seperti gurun berbatu, sabana, pedesaan dengan sapi-sapi dan kuda, membawa pikiran saya melayang-layang ke film-film cowboy Amerika, apalagi beberapa kali kereta berhenti di stasiun tertentu yang namanya unik (dari bahasa Aborigin) dan susah dihapal, dengan bangunan yang arsitekturnya kuno.


Tiba di Stasiun Sydney Central jam 8 malam, saya harus naik kereta/ subway ke Stasiun Kingscross, karena saya sudah memesan online di hostelworld.com satu tempat tidur di Hostel Backpackers Headquarter. Kingscross sebenarnya tidak terlalu jauh dari ibukota NSW (New South Wales), hanya sekitar 2 stasiun dari Stasiun Sydney Central, dan hanya menempuh waktu tidka lebih dari 7 menit dengan kereta. Semula kakak ipar saya yang asli orang sana, kaget dan mengkhawatirkan saya. Saya, perempuan Asia, berbadan kecil dan berwajah polos, menginap di kawasan yang terkenal sebagai Red Light Districtnya NSW? Tetapi dengan santainya saya berkata, “Well, jika saya bisa menaklukan Red Light District di Amsterdam 4 tahun lalu, dan selamat kembali ke Indonesia sekalipun sempat ditraktir ini itu oleh germo sana, berarti saya bisa tinggal di kawasan remang-remang Kingscross. Lagi pula saya hanya menginap 2 malam.” Kakak dan suaminya hanya tertawa.

Saat tiba dari stasiun Kingscross, saya sempatkan melihat kawasan red light sebelum melihat hostel yang berjarak 5 menit jalan kaki dari stasiun subway. Para pelacur, preman penjaga club tarian erotic dan para pelaku hiburan malam sudah berjajar menawarkan pelayanan mereka. Klub-klub kemaksiatan itu berbaur dengan Café, Resto dan warnet yang dijaga imigran keturunan China. Pemandangan di sini mirip adegan awal film “Pretty Woman”, saat Julia Robert mencari calon pelanggan di pinggir jalan.


Aih, pemandangan yang saya lihat sungguh berbeda dengan Red light District Amsterdam. Di Amsterdam, saya hanya melihat para PSK remaja yang cantik-cantik dan berbadan sexy serta langsing di dalam “akuarium”. Di Kingscross, saya melihat juga mereka yang berbadan gemuk besar dan sudah tidak muda memamerkan asset mereka tanpa malu di pinggir jalan. Untunglah saat menikmati roti burger di Mac Donald, saya sudah melupakan pemandangan yang baru saja saya lihat tadi, sehingga tidak mengganggu selera makan saya hehehe. Oh iya, info penting, Mac Donald di sini ada wifinya lho.

Karena hanya punya waktu 2 hari, saya benar-benar memanfaatkan waktu dengan baik. Pagi itu saya sudah merencanakan tempat - tempat yang akan saya kunjungi dalam waktu 1 hari ini di Sydney. Sesuai dengan rekomendasi yg diberikan Hostelworld apa yg harus dilakukan jika hanya punya waktu 1 hari ke Sydney.
Saya sempat basa-basi mengobrol sejenak dengan teman satu kamar, Paula gadis remaja Jerman yang baru lulus SMA, Gaby mahasiswi Polandia, satu orang backpacker Irlandia yang kelihatan resah karena uangnya sudah menipis dan belum mendapatkan pekerjaan setelah mengunjungi beberapa distro siang tadi, dan satu lagi mahasiswi baru lulus dari Slovenia. Jam 9.00 saya berangkat dari Hostel setelah menikmati sarapan ala kadarnya roti, sereal dan susu (ala kadarnya jika saya bandingkan dengan hostel di Eropa, tapi cukup masuk akal, karena ratenya yang setengah dari rate hostel di Eropa pada umumnya, tetapi yang penting hostel ini ada wifi). Saya tidak langsung pergi ke Sydney, tapi dengan berjalan kaki saya menapaki lagi red light menuju Elisabeth Bay House. Sayangnya Museum/ Elisabeth Bay House ini hanya dibuka pada hari Jumat jam 10.00, ah itu jam kepulangan saya ke Melbourne besok.


Dari kawasan Elisabeth Bay, saya naik bis yang membawa saya ke pelabuhan/ Darling Harbor. Sempat melihat bangunan unik dari balik kaca bis, dengan tiang-tiang tembok kurus tinggi seperti obelisk di depan gedung, persis seperti obelisk Mesir yang terpancang tegak diantara La Concorde dan taman Tuileries di kota Paris, tetapi ujungnya tidak meruncing. Ah setelah bis mendekat, barulah saya bisa membaca tulisan di depan gedung itu. Ternyata gedung unik itu bernama Museum of Art.


Tiba di Circular Quay jam 10 pagi saya sempatkan untuk melihat-lihat The Rock, kawasan peninggalan sejarah bangsa Australia di kota Sydney di sekitar Jalan Harrington dan sekitarnya. Saya puaskan diri memotret gedung-gedung tua yang dibangun sejak tahun 1788 (pertama kali koloni barat mendarat di Australia, yang diperingati sebagai “Australian Day”) oleh batu-batu yang ada di kawasan itu, dari sinilah nama The Rock berasal (bukan dari nama pegulat Amerika Serikat itu lho ). Di kawasan The Rock terdapat gedung Pusat Informasi Turis, dimana kita bisa mendapatkan informasi wisata Sydney dan sekitarnya serta membeli tiket masuk obyek wisata.


Dari The Rock, saya tidak latah seperti turis-turis pada umumnya. Saya abaikan Gedung Opera, demi melihat Manly, pulau yang kata brosur-brosur wisata lebih menarik dibandingkan pantai Bondy di pinggiran kota Sydney yang terkenal itu (bahkan di Australia, pantai ini mempunyai acara TV sendiri). Untuk ke Manly saya harus naik ferry, yang saya hitung-hitung lebih murah jika saya membeli tiket daily tripper. Dengan tiket ini, saya bisa pulang pergi naik ferry plus tiket bis dalam kota selama sehari seharga 17,5 Dollar. Jauh lebih murah jika saya beli tiket sekali jalan. Ferry ke Manly berangkat setiap 30 menit sekali, dan lama perjalanan memakan waktu 30 menit. Dari atas ferry, saya bisa mendapatkan sudut –sudut terbaik dan terdekat untuk memotret Gedung Opera yang tersohor itu.


Dahulu pulau ini merupakan pusat karantina para imigran yg datang di Pelabuhan Sydney sejak tahun 1830 – 1984, sebelum akhirnya diubah menjadi obyek wisata di pantai utara Sydney. Apa yang bisa dilakukan di Pulau Manly? Selain bersepeda, bermain di pantai, berjalan menyusuri Scenic Way sambil menikmati pemandangan sisi pantai yang berbatu-batu (di bagian ini tidak dibolehkan berenang), kita juga bisa melihat Museum Seni (yang ini gratis akses masuknya), berbelanja, berenang di sisi pantai-pantai yang lain, menikmati keindahan pemandangan alam di sini yang sangat dijaga kebersihan dan keberagaman hayatinya, snorkeling, atau melihat keberagaman ekosistem laut sekitar Manly di Ocean World. Di Ocean World, selain bisa melihat giant stingrays, kura-kura laut dan ratusan hewan laut, kita juga bisa menyelam bersama petugas di sana.
Manly yang terletak 7 mil arah timur laut dari Sydney, mempunyai 22 pantai yang masih terjaga keasriannya. Cara terbaik untuk menjelajahi setiap sisi dari kota pantai terindah di Sydney ini adalah dengan bersepeda.

Manly menyediakan jalur untuk pengguna sepeda sepanjang 20 km yang terpisah dari jalan mobil sehingga peseda tetap bisa nyaman menikmati keindahan pulau mungil ini.
Manly mempunyai 5 tempat popular yang dapat disinggahi dengan sepeda :
1. North Head : kelebihan tempat yang satu ini, tempat yang tepat untuk menghilangkan kepenatan, pemandangan yang indah, dan melihat paus di bulan Juni-Juli, dan Oktober-November)
2. The Ocean beach front : tempat terbaik untuk bersepeda sekeluarga dengan pemandangan Laguna Manly & di ujung pantai selatan terdapat pantai Shelly yang sangat baik untuk snorkling
3. The Manly Cove, Harbour side : di akhir jalur sepeda ini terdapat SItus tambang gas yang terkenal untuk piknik keluarga
4. Manly Dam : jalur sepeda yang berbukit-bukit dan dam yang sangat pas untuk piknik atau memancing
5. Freshwater Beach & beyond



Tempat penyewaan sepeda : Manly Cicles & Manly Bike Tours (untuk 1 jam 14 AUS D, 2 jam 24 AUS D). Untuk makan, ada beragam pilihan dari yang termurah sampai mahal. Kalau mau hemat bisa ke Mac Donald, atau ke Subway yang selain lebih murah dari Mac D, rasanya juga lumayan (dengan uang 3 dollar kita bisa mendapat burger besar, tetapi untuk yang muslim, lebih baik pilih isi tuna). Untuk souvenir, jauh lebih murah jika kita membeli di toko-toko souvenir di sini daripada di Sydney atau Melbourne. Dengan uang 1 Dollar, kita bisa membeli boneka kangguru dan koala ukuran sedang.
Nah pulang dari Manly, jam 15.00, saya baru melihat dan memotret The Harbour beserta jembatannya, dan melihat kota Sydney untuk memotret bangunan-bangunan yang berarsitektur unik.

Sari Musdar

Friday, April 16, 2010

Info Buku Baru : Cinderella in Paris

Info Buku

Judul : Cinderella in Paris
Penulis : Sari Musdar
Penerbit : Human Books
Distributor : Gramedia
Tebal : 304 halaman

SINOPSIS
CINDERELLA IN PARIS

Cerita ini bukanlah cerita Cinderella biasa. Ini kisah sepenggal kehidupan seorang perempuan yang beralih ke masa dewasa dalam usaha pencapaian kebahagiaan.

Di usianya yang menginjak dua puluh delapan tahun, Saras Ratiban baru menyadari status single ternyata kurang menguntungkan di masyarakat Indonesia. Berdasarkan fakta temuannya itu dan data statistik usia menikah di keluarganya, takut dicap perawan tua, Saras berusaha dengan segala cara, baik cara yang masuk akal yang ia pelajari dari majalah-majalah wanita maupun cara-cara yang di luar nalarnya sebagai perempuan yang selalu berpikir logis.

Tiga tahun setelah usahanya yang cukup gigih tanpa ada tanda-tanda keberhasilan, dia berada dalam puncak kejenuhan. Saras memutuskan untuk memulai perjalanan sebagai backpacker ke Eropa bersama sahabat yang baru dikenalnya satu tahun terakhir di tempat kursus. Perjalanan itu benar-benar intermezzo dalam hidupnya yang menyenangkan dan penuh petualangan, setidaknya sebelum sahabatnya Vanny berubah menjadi frenemy, teman tapi musuh. Di tengah kesedihan karena dikhianati seseorang yang selama setahun menjadi tempat curhatnya itu, secara tidak sengaja saat berusaha menghindar dari kejaran pelukis jalanan di Montmartre, dia melakukan tindakan nekat yang membuatnya bertemu dengan seseorang lelaki impiannya.
Apakah setelah kisah cinta yang berliku-liku dan perjalanan ke berbagai tempat Saras berhasil melewati tekanan sosial masyarakat Indonesia dan menemukan cinta sejati?


ENDORSEMENT
"Udah baca, asik banget!! Kita semua dalam beberapa titik di kehidupan ini merasakan hal yg sama. So, sangat involve bgt jdnya pas membaca hehe"
Rudi Soedjarwo – Sutradara Terkenal Indonesia (Ada apa dengan cinta)
“Novel ini mengajak pembacanya memahami perjuangan seorang perempuan muda untuk menemukan cintanya. Pun memberi semangat buat perempuan muda lainnya yang masih harus berjuang menemukan cintanya. Bahwa, setiap detik dalam hidup adalah perjuangan termasuk untuk urusan cinta.” Genuk Ch. Lazuardi, ibu rumah tangga, mantan wartawan senior “Warta Ekonomi”, dan penulis buku “Maumu Apa Malaysia”, tinggal di Kuala Lumpur
Sari Musdar’s novel, Cinderella in Paris, has all the makings of a twenty-first century romantic comedy. It may become just another charming story about Paris, delighting the readers of Indonesia. Yet it may go farther, seeping deep into the mythic fabric of our literary history, enchanting readers for centuries to come, just like the first tales of the brave “Cendrillon”—little “Cinderella.”
Roman Payne, Novelis Perancis, pengarang beberapa novel antara lain “Rooftop Soliloquy” dan “Hope and Despair”

Penuturan yang ceria, membawa emosi dan bahasa yang ringan. Rasanya seperti Sari Musdar sedang menceritakan secara langsung Cinderella in Paris kepada pembacanya. I really enjoy reading it!
Buku ini tentang percakapan (dan pertarungan) bathin yang banyak dirasakan oleh perempuan Indonesia modern, yang di satu sisi mandiri, dan di sisi lain dituntut oleh nilai tradisional yang sangat kuat. Sehingga dalam hati sering terusik, “Apakah hal ini yang aku inginkan, atau hanya karena tuntutan sosial?”. Seperti Saras Ratiban, sang tokoh utama, yang mencari kebahagiaan jauh sampai ke Paris, ternyata adanya dekaaaat sekali, yaitu di dalam hati dirinya sendiri.
Cinderella in Paris sungguh sangat menghibur untuk dibaca, baik oleh para wanita single maupun married yang mulai lupa rasanya PDKT (pendekatan), terutama bagi para perempuan Indonesia modern yang sering merasa terjebak dalam lorong waktu. Fully recommended book!

Safitri Siswono, penulis buku “Big Dream Big Success: Sukses Memulai dan Menjalankan Bisnis dari Bangku Kuliah”, Direktur Utama pada salah satu perusahaan di Kelompok Usaha Bangun Tjipta.

Buku ini seperti parodi si single yang tersusun rapi dan menarik dalam sebuah cerita yang naik turun menegangkan, tentu saja karena ceritanya banyak terinspirasi dari kejadian sehari-hari kehidupan penulis yang lucu, menghibur, tragis dan penuh makna. Ketika membacanya lembar per lembar makin penasaran ingin tahu kisah akhir petualangan Saras.

Nuni berger, penulis & kolumnis di OZIP Magazine, Melbourne, mantan editor di Kompas Gramedia Group & penulis bersama “Nikah Sama Bule”

'Membaca novel Cinderella in Paris ini akan membuat Anda senang. Mulai dari awal hingga akhir kisah sungguh alur yang kuat. Baca novel ini maka Anda akan diberi kejutan yang indah."

Hartati Nurwijaya; Penulis buku Perkawinan Antarbangsa Love and Shock, Hidangan Favorit ala Mediterania, Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya, 100 Questions and Answer Kanker Serviks, tinggal di Yunani

Tips Backpack ke Eropa (bagian 1)

Yang harus disiapkan sebelum backpack ke luar negeri :
1. Dokumen perjalanan (paspor dan atau visa)
2. Tempat liburan/ itinerary
3. Budget
4. Book tempat penginapan (jika tidak punya saudara/ teman di sana/ couchsurfing)
5. Transportasi (pesawat dan kereta/ bus selama di sana)
6. Siapkan daftar packing list
Tips aman saat berjalan-jalan di tempat wisata
• Saat pertama kali tiba di bandara atau stasiun kereta, tanya pada petugas petunjuk arah dan kereta untuk bisa mencapai hostel tempat anda menginap. Lebih baik rajin bertanya dari pada tersesat bukan?
• Pelajari buku petunjuk atau peta kereta/ metro yang disediakan di stasiun (gratis)
• Untuk menghemat, tanyakan di loket apakah ada paket tiket untuk turis yang berlaku untuk jangka waktu tertentu. Di Eropa Barat terdapat paket tiket kereta untuk tiga hari, paket murah week-end, atau paket 10 kali jalan yang jauh lebih murah jika anda membeli one-way tiket.
• Kalau anda membawa tas ransel, jangan ditaruh di punggung, dokumen penting, kartu kredit dan uang dalam jumlah besar lebih baik ditaruh di tas pinggang atau kantung kecil di dalam baju /body wallet (anda bisa menyiapkan kantung kecil dari bahan katun dengan tali yang bisa diselempangkan di dalam baju)
• Jika anda membawa cukup banyak uang untuk dana selama bepergian di sana, saat berjalan-jalan di kota yang anda kunjungi, bawalah uang untuk keperluan hari itu, selebihnya bisa anda titipkan pada petugas di safe deposit, atau cukup bawa kartu atm dan kartu kredit.

Friday, March 19, 2010

photo shooting fot cinderella in paris novel

cinderella in paris, novel untuk para hapy single

AVAILABLE at GRAMEDIA book stores in all big cities in Indonesia as of April 2010 TEBAL : 305 halaman penerbit : Human Books Distributor : Gramedia Pustaka Utama Penasaran seperti apa sih isi buku "Cinderella in Paris" yang bisa teman-teman dapati di toko-toko buku Gramedia mulai akhir Maret 2010 Ini aku kasih contekan sinopsisnya ya : Indonesian version : SINOPSIS CINDERELLA IN PARIS *Sepenggal kisah si pejuang cinta* Cerita ini bukanlah cerita Cinderella biasa. Ini kisah sepenggal kehidupan seorang perempuan yang beralih ke masa dewasa dalam usaha pencapaian kebahagiaan. Di usianya yang menginjak dua puluh delapan tahun, Saras Ratiban baru menyadari status single ternyata kurang menguntungkan di masyarakat Indonesia. Takut dicap perawan tua, Saras berusaha dengan segala cara, baik cara yang masuk akal yang ia pelajari dari majalah-majalah wanita maupun cara-cara yang di luar nalarnya sebagai perempuan yang selalu berpikir logis. Tiga tahun setelah usahanya yang cukup gigih tetapi tanpa ada tanda-tanda keberhasilan, dia berada dalam puncak kejenuhan. Saras memutuskan untuk memulai perjalanan sebagai backpacker ke Eropa bersama sahabat yang baru dikenalnya. Perjalanan itu benar-benar intermezzo dalam hidupnya yang menyenangkan dan penuh petualangan, setidaknya sebelum sahabatnya Vanny berubah menjadi frenemy, teman tapi musuh. Di tengah kesedihan karena dikhianati seseorang yang selama setahun menjadi tempat curhatnya itu, secara tidak sengaja saat berusaha menghindar dari kejaran pelukis jalanan di Montmartre, dia melakukan tindakan nekat yang membuatnya bertemu dengan seseorang lelaki yang berhasil mencuri hatinya. Apakah setelah kisah cinta yang berliku-liku dan perjalanannya ke berbagai tempat Saras berhasil melewati tekanan sosial masyarakat Indonesia dan menemukan cinta sejatinya? "Udah baca, asik banget!! Kita semua dalam beberapa titik di kehidupan ini merasakan hal yg sama. So, sangat involve bgt jdnya pas membaca hehe" Rudi Soedjarwo, indonesian-film-director (Ada apa dengan cinta) Sari Musdar's novel, Cinderella in Paris, has all the makings of a twenty-first century romantic comedy. It may become just another charming story about Paris, delighting the readers of Indonesia. Yet it may go farther, seeping deep into the mythic fabric of our literary history, enchanting readers for centuries to come, just like the first tales of the brave "Cendrillon"—little "Cinderella." Roman Payne, Novelis Perancis, pengarang beberapa novel antara lain "Rooftop Soliloquy" dan "Hope and Despair" info lebih lanjut gabung di grup "CINDERELLA IN PARIS" di face book

Tuesday, December 8, 2009

PANDUAN WISATA ALA BACKPACKER (UNTUK PEMULA)

Apa isi Buku Panduan ini? Buku ini memang dikhususkan untuk mereka yang ingin menjelajah Eropa dengan dana terbatas dan merancang perjalanan sendiri atau berwisata ala backpacker pemula, artinya mereka belum pernah melancong sendiri ke Eropa. Edisi pertama buku “Panduan Wisata ala Backpacker” ini akan membahas tempat-tempat wisata terkenal di BENELUX (Belgia, Netherlands dan Luxembourg) plus Perancis (Paris dan Nice) dan Trier (Jerman). Paris dan Trier dimasukkan karena kedua kota itu relatif cukup dekat ke BENELUX. Saya masukkan Trier di sini karena jika anda benar-benar dibatasi dana dan waktu, tetapi anda ingin melihat peninggalan kejayaan Kekaisaran Roma, anda tidak perlu jauh-jauh ke Italia di selatan Eropa. Di jaman Kekaisaran Romawi, Trier mempunyai julukan “Roma Seconda” karena enam kaisarnya pernah tinggal di kota ini. Semua bangunan di Trier hampir sama dengan bangunan yang ada di Roma (gereja Cathedral/ Gothic, amphitheater, gedung pemandian ala Romawi, dan jembatan Romawi) Informasi apa yang bisa anda dapatkan dari buku ini? Untuk setiap kota saya sajikan informasi : 1. alat transportasi untuk mencapai kota tujuan anda dengan moda apa pun anda mencapai negara tersebut 2. transportasi terbaik untuk berjalan-jalan selama berada di kota 3. cuaca 4. informasi penting (pusat informasi turis, bahasa, mata uang, perbedaan waktu, kantor pos, kode area, dan kedutaan Indonesia). Tempat pertama yang harus anda kunjungi adalah pusat informasi turis untuk mengetahui kegiatan saat itu, informasi pemebelian tiket masuk dan transportasi. Anda bisa update itinerary yang sudah anda rancang jauh-jauh hari dengan informasi yang anda dapatkan dari petugas di informasi turis. 5. tips wisata hemat (tempat makan, museum/ atraksi gratis, hemat tiket transportasi) 6. tempat-tempat yang wajib untuk dikunjungi (rekomendasi, pilihan ada pada anda) 7. tempat belanja 8. Event / Atraksi tahunan (banyak kegiatan diadakan tanpa harus membuat anda mengeluarkan uang) 9. Tempat hiburan malam 10. Contoh kegiatan jika anda hanya punya waktu satu hari di kota yang anda kunjungi 11. Warung Internet (walaupun hampir semua hostel di Eropa mempunyai fasilitas 2 komputer dengan koneksi internet dengan tarif 2 euro per 30 menit atau wifi di lobbynya, tetapi jika dalam keadaan darurat saat anda sedang berjalan-jalan membutuhkan internet, anda bisa datang ke café internet) 12. Hostel : Saya hanya menulis hostel yang direkomendasikan. Untuk selengkapnya anda bisa lihat di http://www.hostelworld.com atau http://www.hostelbookers.com) Dan yang terlebih penting di bagian pertama saya selipkan informasi bagaimana mengurus visa schengen dan dokumen perlengkapannya. Karena dari pengalaman yang saya ketahui di milis, banyak teman-teman yang gagal mendapatkan Visa Schengen. Maka saya pikir sangat penting untuk memberikan informasi tersebut, sehingga anda benar-benar mempersiapkan diri dengan baik agar perjalanan anda tidak terhambat hanya karena urusan Visa. Akhirnya, saya berharap buku kecil dan sederhana ini dapat membantu teman-teman merancang perjalanan dan itinerary serta budget untuk mengintip kota-kota di BENELUX dan tetangganya. Jika ada hal yang belum ditulis di sini, anda masih bisa improvisasi dengan informasi gratis yang anda dapatkan di Pusat informasi Turis di kota yang anda tuju. JIka anda tertarik untuk mendapatkan copy , silakan kontak smusdar@hotmail.com Subyek : panduan backpacker harga : 25.000 belum termasuk ongkos kirim

Trier, Roma Kedua di utara Eropa

oleh : Sari Musdar, backpacker & HRD professional Jika anda berkesempatan berwisata ke Paris dan ingin melihat sisa-sisa budaya Romawi kuno tetapi anda tidak ada waktu ataupun dana lebih untuk pergi ke Italia, Trier adalah jawabannya! Kota tertua di Jerman yang menjadi salah satu obyek wisata Jerman selain Berlin dan Frankfurt ini, sebenarnya terletak dekat Luxembourg, tetapi jika anda sedang berada di Paris, anda dapat naik kereta TGV selama empat setengah jam dengan biaya sektar 20 euro. Tetapi jika anda tidak tertarik untuk mengetahui arsitektur di jaman Romawi pun, masih ada satu alasan mengapa anda harus menyempatkan diri melongok ke Trier. Anda pasti tahu Karl Marx bukan? Nah jika anda penasaran seperti apakah negara tempat pengusung aliran Marxisme itu lahir, datanglah ke Trier. Kota cantik di ujung barat daya Jerman ini pun pernah dilirik panitia penyelenggara F1 untuk menjadi salah tuan rumah perlombaan balap mobil bergengsi tersebut di awal tahun 2000. Saat mengadakan Euro-trip di musim panas tahun 2006, terus terang, Trier tidak ada dalam daftar itinerary saya. Mendengar namanya saja saya belum pernah. Kebetulan setelah saya mengunjungi Paris, saya sempat ke Luxembourg. Petugas di pusat informasi Luxembourg menyarankan saya untuk mengunjungi kota Trier. Trier hanya berjarak 15 kilometer dari Stasiun Luxembourg yang dapat dicapai dengan kereta selama 40 menit. Perjalanan 40 menit dengan kereta Luxembourg-Trier, serasa perjalanan dengan mesin waktu yang berhasil menembus lorong waktu sepanjang ribuan tahun dan melemparkan saya ke masa kejayaan Kekaisaran Romawi di Jerman. Sepanjang perjalanan dari balik kaca kereta, anda dapat menikmati pemandangan desa Eropa yang indah. Situs peninggalan budaya Romawi kuno di kota ini membuat Trier seperti museum hidup yang terus abadi tak tergerus gelombang waktu selama beratus-ratus tahun. Saya menduga, saat Trebeta menemukan kota ini pertama kali dua ribu tahun silam, raja bangsa Assyria itu langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Trier bagaikan gadis putih cantik berpipi segar montok kemerahan seperti lukisan-lukisan abad pertengahan. Lembah subur yang terletak di sebelah kiri aliran sungai Moselle ini memanjakan penduduknya dengan kekayaan alami hutan, tanah yang subur dan kebun anggur Mosel. Trier mempunyai luas dua kali lebih lapang dari Jakarta tetapi hanya didiami oleh penduduk yang hanya 1 % dari jumlah penduduk Jakarta. Penduduk Trier mempunyai dialek yang berbeda dengan orang Jerman pada umumnya. Secara budaya, Trier memang lebih dekat ke negara tetangganya, Luxembourg. Ada tiga bahasa yang digunakan di kota kecil ini, Luxembourgish (bahasa asli Luxembourg), Perancis (karena di abada 18 dan 19 pernah diduduki Napoloen Bonaparte), dan Jerman. Jika anda tidak berkesempatan mendengar ketiga bahasa itu diucapkan oleh penduduk setempat, setidaknya anda bisa mengetahui dari tulisan di kartu pos yang dijual di pusat informasi turis. Hampir semua kartu pos menuliskan keterangan foto pada kartu dengan tiga bahasa tersebut. Keluar dari stasiun kereta, setelah berjalan kaki selama 8 menit bangunan pertama yang kita lihat adalah Porta Nigra (Porta = Gapura, Nigra= Hitam). Gapura ini dulunya adalah bagian dari dinding kota empat tingkat (seperti dinding raksasa di China) yang mengelilingi kota Trier dan masih tampak gagah menantang jaman selama belasan abad. Nasibnya jauh lebih baik dari pemandian Taman Sari di Yogyakarta yang sudah tidak jelas bentuknya. Berjalan lima menit dari gapura hitam terdapat rumah kecil yang dijadikan Tourist information (An der Porta Nigra, D-54290 Trier telp 49-651-978080) di mana pengunjung dapat menemukan materi dan informasi wisata dalam bahasa Inggris. Seperti ingin menghalau kesan suram yang ditunjukkan Porta Nigra, tak jauh dari gapura raksasa berwarna hitam itu orang Romawi menghiasi kota Trier dengan bangunan berwarna pink cerah, Palace of Trier. Istana pink tempat kaisar roma tinggal ini dikelilingi taman bunga dengan patung-patung Romawi. Sejak kota ini diduduki oleh Kaisar Augustus dari Romawi, Trier mempunyai nama latin Augusta Trevorerum dan julukan “Roma Seconda” (Roma Kedua). Roma Seconda pernah menjadi ibukota Kekaisaran Romawi Barat. Bahkan Kekaisaran Constantin pernah berdiam di Trier selama beberapa tahun dan mendirikan gereja St Peter Cathedral. Selain melihat sisa-sisa kejayaan budaya Romawi kuno dan keindahan alam Trier, kita dapat juga melakukan wisata kuliner masakan Franco-German serta melihat festival ‘Altstadtfest’ di musim panas dan Festival natal di musim dingin. Festival ‘Altstadtfest’ adalah kegiatan tahunan dimana semua penduduk kota tumpah ruah pada satu pesta besar dengan hiburan langsung, makanan lokal, minuman anggur dan beer. Tetapi jika anda menyukai suasana Natal, waktu terbaik datang ke sini adalah di bulan Desember, karena Trier menjadi tuan rumah pasar natal terbaik di Eropa. Berikut adalah tempat-tempat yang layak untuk dikunjungi untuk melihat kebesaran budaya Romawi kuno di Trier : 1. Porta Nigra, dibangun sekitar tahun 180 dimana pada saat itu kekaisaran romawi banyak mendirikan bangunan menggunakan bebatuan besar bergaya baroque atau gothic, merupakan pagar terbesar peninggalan sejarah Romawi kuno di utara pegunungan alps dan ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. 2. Hauptmarkt (Pasar Utama) adalah pusat kota Trier selama 2000 tahun. Di mana terdapat Market Cross, air mancur St peter serta Gereja St Gangolf. 3. Dom/ gereja St Peter Cathedral adalah gereja terbesar yang dibangun pada abad 4, berjarak 100 meter dari Hauptmarkt. 4. Pemandian Romawi. Trier mempunyai 3 pemandian umum yang sangat luas, Pemandian di sini adalah pemandian terbesar diluar Roma, Italia. 5. Amphitheatre : sisa-sisa jejak arena Romawi untuk pertandingan gladiator dan binatang, dibangun tahun 100 M yang dapat menampung sekitar 20.000 penonton. 6. Spielzeugmuseum trier (museum boneka). Di sini kita dapat melihat boneka pada abad 18 dan 19 terutama boneka kayu pada 300 tahun lampau. 7. Gerja St Gangolf, dibangun pada abad 12. Terletak di kawasan Hauptmarkt, gereja ini dari tampak luar tidak terlihat hanya gapura kecil bergaya Gothic yang terlihat menjorok ke depan bersama kedai-kedai dan toko-toko. 8. Jembatan Romawi (Romerbrucke) yang dibangun tahun 144-152. 9. Liebfrauenkirche (Gerja Santa Maria), merupakan gereja gothic pertama di Jerman 10. Rheinisches landesmuseum : terletak di dekat pemandian imperial, dimana pengunjung dapat mengetahui perkembangan sejarah jaman tengah, romawi dan Kristen. 11. University Graduation hall (promotionsaula) yang dulunya adalah Sekolah Jesuit (Seminari) dimana Karl Marx pernah bersekolah di sana. Jika waktu anda tidak banyak, satu hari cukup untuk melihat obyek wisata yang anda sukai untuk sejenak merasakan kejayaan bangsa Romawi. Tetapi jika ada waktu luang, tidak ada salahnya mengunjungi kota terdekat, Konz, untuk melihat museum terbuka di Roscheider Hof, yang menyajikan bagaimana penduduk di kawasan Moselle hidup 200 tahun lalu, Luxembourg untuk melihat kota tua Grund dan keindahan alam Ardennes atau Frankfurt yang berjarak 110 km.

Saturday, October 3, 2009

My first Novel, "Cinderella in Paris"

Actually I never intended to make this novel before. Ten months ago there is an editor from MASMedia in Centre Java interested with my article "Backpack to Europe" (in bahasa) http://www.gagasmedia.com/pariwisata/penulis/jalan-jalan-murah-ke-eropa-jadi-backpacker-yuk-2.html#comments He then asked me to write a non fiction-book tells about single-30s-women live at big cities in Indonesia which he promised will be published but his employer where he works. Unfortunately there was an accident at my lap top, at that time I stayed at my sister's house in Melbourne, and I forgot to save my work (the book's draft) at USB. Voila, I informed that to that editor, but seems he didnt believe with my reason to ask more time for the deadline. In short, while I am back to Jakarta, Indonesia, I try to continue write the book, but suddenly I change my mind, "what I dont try to write a novel" This novel 80 % based on my true story and my best-female-frieds' story so I dont need much time to finish it, it only takes 2 months!! So what is the novel try to tell you? this is not only chicklit, this is not only a physical journey of the person in this novel to Europe, Australia, meet local guys there, this is also about spiritual journey of the person to see not only about love, but also destiny and life it is. My vision is all the 30s single-girls who read this novel will felt being entertained and also stand up for facing the life, grab love that comes to them.. and for many indonesian people to stop burden us with that social pressure, stop judging us, stop labelling us as unpretty or any bad label.. Love is God's gift Love is wonderful and true love will come when you stop looking on it until he comes in front of you E-book version of this novel can be downloaded at http://www.ziddu.com/download/6755795/CinderellainParis.pdf.html

perjalanan ribuan kilometer selalu dimulai dari satu langkah

Sewaktu saya menulis kisah perjalanan backpack saya ke Eropa di sebuah website gagasmedia.com, ada pertanyaan atau pun komen dari teman-teman yang membaca tulisan saya, "Mbak, saya belum pernah backpack atau jalan-jalan ke luar Indonesia, takut ngga sih Mbak kalo jalan-jalan sendiri gitu?" Saya tertawa, karena duluuuuu sekali, saya tidak pernah membayangkan bisa menjelejah ribuan kilometer dari rumah saya. Saya yang waktu kecil ringkih selalu mabuk darat saat naik mobil atau bis, beberapa tahun kemudian bisa menjelajah ke beberapa tempat. Seperti kejadian yang masih baru, saya masih ingat, dulu setiap pergi naik mobil, begitu mobil distarter, saya langsung merebahkan diri di pangkuan ibu saya, karena takut pusing. Perjalanan backpack pertama saya dilakukan saat saya masih kuliah di bandung bersama teman-teman kuliah di Fakultas Hukum UNPAD ke Yogyakarta. Kami sepuluh perempuan selama ini pergi dengan orang tua mengikuti paket tur dan belum pernah jalan-jalan ala backpack dengan nekatnya memilih akan menggunakan kereta Bandung – Yogyakarta kelas ekonomi. Walhasil selama delapan jam di jalan kami menghabiskan waktu perang melawan kecoa-kecoa kecil dengan gulungan Koran, belum lagi di awal kami memasuki gerbong kereta yang kami naiki, sempat beradu mulut dengan bapak-bapak yang salah duduk di tempat kami tetapi tetap ngeyel duduk di tempat yang tidak sesuai dengan nomor kursi di tiketnya. Kami perempuan-perempuan manis, dengan sok-soknya ingin mencoba petualangan di kereta ekonomi Bandung- Yogyakarta. Walhasil, sepanjang 10 jam perjalanan, tangan kami yang dibekali gulungan koran sibuk menggebuki anak kecoak yang tanpa malu-malu datang bertubi-tubi membawa sanak keluarganya ingin berkenalan dengan kami. Tapi anehnya kok itu malah membuat kami tertawa-tawa dan tidak kesal. Dari pengalaman pertama ini lah, saya (dan teman-teman) belajar membuat perencanaan untuk acara jalan-jalan, menghitung budget dan membuat itinerary sendiri dengan sebelumnya mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat-tempat tujuan yang akan kita lihat. Jadi, perjalanan sejauh apa pun dimulai dari satu langkah kecil, mulailah dari sekarang!

Saturday, August 1, 2009

Indonesian Creative product -every end of June

To promote Indonesian product, every year during 4 days in JCC Jakarta, indonesian government organize an expo to introduce creative product from all regions in Indonesia (not only handicraft, but also software/ e life style This event is so effective since during those 4 days there are a huge transaction of the spot amounting 30s billion IDR (1 USD = 9,000 IDR) visit this site http://oceanebleue.multiply.com/photos/album/107/indonesia_creative_product_expo_ to see the others product's pictures

Nikah adat jawa kini tak sulit lagi, lihat contekannya di software lorobonyo

Saya ingat sekali, sekitar tahun 2000 saat kakak saya akan menikah, ada sedikit kehebohan di rumah dan keluarga besar ibu saya. Kebetulan kakak menikah dengan lelaki jawa juga,s ehingga diputuskan untuk menikah dengan adat Jawa. Sayangnya ternyata menikah adat Jawa itu, cukup sulit dan ribet, karena tidak setiap orang Jawa mengerti adat penikahan Jawa, apa saja prosesinya/ upacara ritualnya, dan bagaimana penyusunan panitia pelaksana untuk masing-masing prosesi tersebut, siapa yang berwenang menjadi PIC/ person in charge, misalnya siapa yang bertugas untuk membawa air siraman, dan lain-lain. Untuk keperluan tersebut, kakak harus "berkonsultasi" dengan seorang Pakde dari pihak Ibu yang memang pengalaman menikahkan anak-anaknya dengan adat Jawa. Untungnya saat itu Pakde masih sehat, sehingga bisa datang saat diundang rapat panitia pernikahan kakak. Zaman sudah berubah, sekarang kita tidak perlu seribet itu, pusing bertanya ke orang-orang tua, atau ahli di bidang adat Jawa. Rekan saya, konsultan IT, yang belajar dari pengalamannya mengadakan pernikahan adat Jawa tanpa bantuan wedding Organizer (bahkan tidak semua WO faseh, paham benar tentang prosesi pernikahan adat Jawa lho) beberapa tahun lalu, membuat software pernikahan adat ala jawa (solo). Software ini diberi nama LoroBlonyo. LoroBlonyo adalah patung sepasang pengantin jawa (lihat photo1), software ini sendiri benar-benar merupakan panduan lengkap tatacara dan upacara ritual pernikahan ala adat Solo/ jawa. Cara penggunaannya pun mudah cukup menginstal CD Rom ini ke PC kita, dan proses penginstalannya pun mudah, tidak menghabiskan waktu lebih dari 1 menit. Isi software ini antara lain : 1. panduan/ urutan prosesi pernikahan dilengkapi naskah pidato/ kata-kata yang harus diucapkan PIC pada suatu upacara ritual dalam bahasa Jawa dan terjemahannya dalam bahasa indonesia, PIC dalam setiap upacara ritual, alat/ kelengkapan dan pakaian serta photo 2. data base untuk penyusunan panitia 3. data base untuk nama dan alamat undangan (kita bisa mengontrol status undangan, sudah terkirim atau belum) Sebagai gambaran tentang pernikahan adat jawa, berikut adalah urutan-urutan upacara ritual dalam adat Jawa : 1. Doa niat kabul/ wilujengan Disampaikan oleh orang tua Calon Pengantin Wanita (CPW)/ wakil dari pihak CPW, dengan maksud, tujuan dan harapan agar niat dan rencana putrinya terkabul dengan baik. Pada umat Islam doa niat kabul diadakan dengan pengajian (mengundang ustad atau ibu-ibu pengajian) 2. Bucalan, bleketep, tuwuhan 3. Siraman 4. Midodaren/ nyantri peningset 5. Akad nikah 6. Upacara panggih temu a. balang-balangan sirih : kedua mempelai saling melempar 7 ikatan daun sirih dan jeruk yang diikat b. wiji dadi/ mecah endog : mempelai pria menginjak telur ayam dengan kaki kanan, lalu dibilas oleh mempelai wanita dengan menggunakan air setaman c. sindur binayang d. timbang e. tanem f. kacar - kucur / tampa kaya g. dahar klimah/ dahar kembul (mempelai pria dan wanita saling menyuapkan makanan dengan lauknya h. bubak kawah - rujak degan : diadakan bila mempelai wanita adalah putri pertama i. tumplak punjen : diadakan bila yang menikah putri ragil/ bungsu/ tunggal g titik pitik/ besan mertuwi : urutan terakhir ritual Panggih, orang tua mempelai pria diperkenankan menengok putra dan menantu barunya. 7. Resepsi pernikahan Nah manfaat dari Software LoroBlonyo ini, selain kita menjadi paham dalam waktu singkat dan mudahh tata cara pernikahan adat Jawa lengkap dengan susunan panitia, peralatan/ property masing-masing prosesi dan pakaian, kita juga mendata undangan serta dengan mengetahui masing-masing prosesi, kita bisa memilih prosesi mana yang bisa kita ikuti/ kita hilangkan, sesuai dengan budget. Harga Software ini Rp 60.000 (belum termasuk biaya kirim).