Facebook Badge

Monday, August 2, 2010

BukuDiskon.Com: Panduan Hemat Keliling Amsterdam, Brussel, Paris, Luxemburg, Trier - Sari Musdar

Always keep wondering when you can do your own Europe trip?
Go to this link to buy Sari Musdar's book


Link

Thursday, July 22, 2010

Perempuan, tetaplah perempuan

Sepintar apa pun mereka, mereka tetaplah makhluk Tuhan yg terkontaminasi ide "happily ever after" dgn pasangan mereka, sehingga kadang-kadang mereka sendiri yang merusak hubungan manis yang sedang berjalan atau mengabaikan tanda-tanda lelaki yg ia kencani kurang baik untuk dia.

Saya belajar dari pengalaman kakak-kakak yg sudah menikah (bukan hanya menikah krn terpaksa dikejar dead line) dan menemukan serta ditemukan cinta sejati..

kadang-kadang sepintar apa pun perempuan, mereka menjadi bodoh karena (apa yg mereka pikir) cinta..mereka terlalu mencintai ide menikah ddengan atribut yang dimiliki si lelaki dan bukan mencintai lelaki yg sedang dalam hubungannya...

laki-laki yg mencintai kita, tdk akan membuat SIGN yg membingungkan kita,, petunjuknya sangat jelas dibaca...

laki-laki akan bergerak, jika ia yakin perempuan inilah yg dia cinta...

Kadang karena kita terbuai oleh euphoria cinta, kita bahkan melupakan atau pura-pura tidak melihat, tanda-tanda yang sebenarnya sangat jelas muncul dari lelaki yang kita cintai, bahwa sebenarnya dia sama sekali tidak mencintai kita. Barulah saat tanda-tanda itu semakin jelas, dan pihak lelaki memutuskan kita, kita baru sadar dan mulai menganalisa kejadian-kejadian yang harusnya sudah membuat kita sadar, dia bukan yang terbaik untuk kita.


saya suka ketawa dgn perempuan, yg belum apa-apa sudah keGRan berpikir terlalu jauh ke jenjang cinta. Mudah ditemui di Face Book. Contohnya, 6 bulan yg lalu saya agak fed up dgn seorang wanita muda yg di status FB nya selalu menulis kisah cinta dia dgn lelaki Perancis, lalu sangat sering posting berita/ event ttg pernikahan antar bangsa...Hingga saking muaknya, saya "hide" semua status dari perempuan ini.

baru sebulan kmrn saya iseng melihat profile dia, ternyata dia berhenti posting berita ttg pernikahan antar bangsa...ternyata dia sudah putus dan pacarnya yang sekarang adalah pria indonesia 100% asli, padahal perempuan ini sudah bergabung dengan grup srikandi (organisasi perempuan Indonesia yang menikah dengan pria beda bangsa)

Laki2 tetaplah laki2, dia akan senang jika semua ide (kencan, tunangan, menikah) keluar dari dia.. dan mereka akan ketakutan jika melihat si perempuan belum apa2 sudah membayangkan pernikahan..

jadi? kalau pun kita dalam suatu hubungan dengan lelaki yg menurut kita best candidate utk jadi suami, TAHAN DIRI gals untuk terlalu GR dan berpikiran terlalu cepat utk menikah (kecuali ide itu datang dari si lelaki)..


Tulisan ini untuk semua perempuan yg masih belum menemukan cinta sejatinya -baca : menikah dengan cinta sehatinya-- (termasuk saya tentunya ^0^)

Sari Musdar, penulis novel Cinderella in Paris

Saturday, May 15, 2010

resensi : CInderella in Paris (best seller at Gramedia book stores)

ditulis oleh Adhe Mirza Hakim


Cinderella in Paris (Resensi)

Yesterday at 9:53pm
Kesan pertama memegang buku ini, cukup menarik mata, tampilan covernya yang romantis melukiskan gerbang Arc du Triomphe di waktu malam dengan kilatan lampu jalan dan mobil menebarkan warna ke emasan dan langit malam yang bewarna jingga, sungguh sangat romantis!

Saat aku buka lembaran kertasnya, ternyata fine quality, ini yang aku suka, kertas yang awet, dengan harga Rp. 50.000,- sangat sepadan. Menbaca endorsement novel ini langsung membuatku tersenyum…soalnya ada 2 nama yang sudah aku kenal didalamnya, hehe….

Membaca novel ini dari Bab 1 sampai Bab 17 benar-benar mengasyikkan, kita seperti ikut terlibat didalam perjalanan hidup tokoh Saras Ratiban. Satu hal yang dapat kunilai dalam novel ini, kejujuran dari penulis dalam mengisahkan alur kehidupan dari seorang Saras Ratiban. Kejujuran yang mendatangkan simpati, tetapi tidak untuk dikasihani. Tokoh Saras Ratiban mencerminkan karakter yang kuat dari seorang wanita karir yang masih lajang, yang berusaha kuat untuk meraih cinta sejatinya.

Jika dibanding dengan pendidikan dan karirnya, kisah cinta Saras tidak berbanding sama lurusnya. Kisah cinta yang berliku dan melalui waktu dan perjuangan perasaan yang campur aduk rasa nano nano, membuat pembaca terbawa hanyut dalam perasaan mengharu biru. Bagaimana rasanya menjumpai ‘Frenemy’ (Friend ‘n Enemy, I like this idiom, really!) yang begitu dekat dengannya, lalu laki-laki yang selalu memberi ‘harapan’ tetapi akhirnya menghilang atau mengecewakan, ditemui Saras sejak masa kuliah di Bandung sampai kehidupan berkarirnya. Periode masa kuliah antara tahun 1994 – 1998, dianggap Saras sebagai periode yang indah, dimana kehidupan sebagai mahasiswa tidaklah serumit kehidupan wanita dewasa, yang mulai dituntut untuk memikirkan jodoh pendampingnya.

Kepiawaian penulis dalam mendeskripsikan sosok Saras yang ceria, optimis dan ambisius, melengkapi kekuatan tokoh Saras dalam menjalani hidup yang penuh dengan cobaan, dari masalah pekerjaan, frenemy, jodoh yang tak kunjung tiba sampai obsesi untuk meraih beasiswa yang belum terjangkau. Semuanya berujung ke niat ingin bunuh diri, hehehe….pada Bab ke 14 yang bertitle ‘Hantu Ci Vivi’, aku dibuat tertawa terbahak-bahak, bener-bener membayangkan Saras yang konyol dan lucu. Pembaca dibuat tertawa, jengkel saat membaca bagian tentang frenemy dan saat para lelaki yang sukanya memberi harapan dan tebar pesona saja dari Perancis sampai Melbourne. Lalu diakhiri dengan rasa haru karena bahagia dimana Saras akhirnya menemukan ‘Jantung Hatinya’ yang telah disiapkan oleh Yang Maha Kuasa pada waktu dan tempat yang indah di ‘Parc de Sceaux’ Paris, tres joli…ma cherie!

Perjalanan ala backpackers di benua Eropa dan Australia, memberikan setting yang indah tentang tempat dan suasana yang ditemui Saras, sungguh membuat kita terbujuk untuk pergi ke sana juga. Kisah ini dilengkapi dengan tokoh-tokoh pendamping yang cukup banyak yang memberi nuansa tersendiri dari tiap Bab yang dibaca. Akhir kata kisah ini berakhir ‘Happy Ending’…..seperti kisah dongeng Cinderella yang akhirnya berjumpa kembali dengan Pangeran Pujaan hatinya, setelah tepisah oleh ruang dan waktu selama 5 tahun.

Kalau mau lebih jelas….beli bukunya yaaa….jangan minjem!

Buat penulis…ditunggu novel-novel manis lainnya….semanis senyum HRD Saras Ratiban! hehehe…….

Monday, May 10, 2010

komentar pembaca Cinderella in Paris

Ini dia komentar dari yang sudah baca, aku ambil dari grup Cinderella in paris, face book

Petty S Fatimah (chief editor Femina)
hi sari bukunya sudah diterima. seru kayaknya nih..:)) congratzThursday at 5:58pm

Suci Dwijayanti (palembang)
mba' sari.. novel CIP nya udh ada di gramed palembang ^_^akhirnya dpt jg :)Yesterday at 11:53am

Fauzani Marjana (Surabaya)
Kalo aq sebut pecel Madiun : Campuran pedes dan kriuknya keripik renyah. Enak. Men...gajak berpikir positif atas segala kesusahan mendapat keinginan.May 1 at 6:32am

Beatrice Cynthia Walter " sedang baca Cinderella in Paris sambil mendengar rintikan hujan di luar rumah.

Diah Retno K. N I have read it.. Really good story.. Coba kalo di film in :D
Yesterday at 11:15am


Siti Faizah I already read your novel
sis, It's fabolous... Saras Ratiban? Pengejawantahan mbak Sarikah? hehehe....

waktu baca kaya ga baca
novel, kaya baca kisah hidup orang beneran... nyata gitu, ga ada
munafik-munafiknya

Komentar pembaca Cinderella in Paris



Ini dia komentar dari yang sudah baca, aku ambil dari grup Cinderella in paris, face book

Petty S Fatimah (chief editor Femina)
hi sari bukunya sudah diterima. seru kayaknya nih..:)) congratzThursday at 5:58pm

Suci Dwijayanti (palembang)
mba' sari.. novel CIP nya udh ada di gramed palembang ^_^akhirnya dpt jg :)Yesterday at 11:53am

Fauzani Marjana (Surabaya)
Kalo aq sebut pecel Madiun : Campuran pedes dan kriuknya keripik renyah. Enak. Men...gajak berpikir positif atas segala kesusahan mendapat keinginan.May 1 at 6:32am

Beatrice Cynthia Walter " sedang baca Cinderella in Paris sambil mendengar rintikan hujan di luar rumah.

Diah Retno K. N I have read it.. Really good story.. Coba kalo di film in :D
Yesterday at 11:15am


Siti Faizah I already read your novel
sis, It's fabolous... Saras Ratiban? Pengejawantahan mbak Sarikah? hehehe....

waktu baca kaya ga baca
novel, kaya baca kisah hidup orang beneran... nyata gitu, ga ada
munafik-munafiknya

Monday, May 3, 2010

mau promosi blog kamu + tampil di webiste http://www.click4trip.net?

Kirim foto-foto terbaik dan tulisan singkat tentang tempat-tempat wisata yang sudah teman-teman kunjungi serta komentar ttg website http://www.click4trip.net

& kirim ke click4trip.net@hotmail.com, selambat-lambatnya akhir Mei 2010

2 Tulisan yg terbaik akan mendapat buku Cinderella In Paris
dan berhak muncul dalam websi...te serta mempublikasikan blognya

ditunggu ya :-)

Tuesday, April 27, 2010

Menulis itu (mungkin) mudah, yang (agak) sulit mencari penerbit yang tepat

Sejak kecil, mungkin karena terlahir diurutan ke empat setelah 3 kakak-kakak perempuan yang sangat talkactive, saya cendereung menjadi tipe anak yang pendiam. Mungkin karena itu pula, saya lebih senang mengekspresikan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan melalui gambar dan setelah bisa menulis melalui tulisan, daripada melalui bahasa verbal. Dua acara televisi yang tidak pernah saya lewatkan adalah acara menggambar bersama Pak Tino Sidin dan acara “Menulis itu Mudah” bersama Arswendo Atmowiloto, keduanya acara di TVRI (hehehe jaman dulu memang itu satu-satunya program TV yang kita tonton bukan?)
Jaman internet belum ada, saya menulis apa yang saya rasakan dan pikirkan di Jurnal Harian saya (baca : “Diary”). Jurnal-jurnal itu masih saya simpan sampai sekarang (terutama jaman saya masih SMA – kuliah) Lalu sejak ada internet, saya mulai membuat blog di multiply dan blogspot. Sejak ada blog, seolah-olah semua orang menjadi bisa menulis. Orang bisa dengan mudah mencurahkan perasaannya, segala kejadian, perasaan senang, cemas, uneg-uneg, amarah atau pun kritik kepada Pemerintah dan orang –orang terkenal.
Menulis mungkin mudah, tetapi jika kita serius ingin menjadi Penulis Profesional, (dalam artian dari penulis amatir kelas blogspot / multiply/ wordpress ke penulis yang tulisannya diterbitkan penerbit), ada trik dan tip tertentu. Well, mungkin saya belum pas untuk share hal ini, karena toh saya juga baru penulis pemula, yang novelnya baru saja diterbitkan. Tetapi ngga apa-apa kan kalau saya mau berbagi, karena saya tahu bagaimana sulitnya buat seorang penulis amatir, yang sama sekali bukan selebritis, bisa menembus penerbit, dan saya akan senang kalau tulisan saya ini bisa menyemangati teman-teman yang saat ini sedang berjuang supaya tulisannya bisa dibaca oleh banyak penduduk Indonesia dan menjadi penulis terkenal.
Berikut adalah trik dan tips supapay tulisan kita diterbitkan Penerbit :
1. Apa pun yang terjadi, tetaplah menulis. Luangkan waktu minimal 1 jam untuk menulis sesuatu, kecuali saat kita benar-benar sedang kreatif dan mood, tulislah selama ide dari otak habis hehehe
2. Menulis di blog sangat dianjurkan, karena dari situ kita bisa tahu apakah tulisan kita tidak hanya disenangi diri sendiri (ini mah narsis hehehe), gaya penulisan dan bahasanya menarik dan serta banyak penggemar yang rela menghabiskan waktu untuk membaca tulisan kita.
3. Manfaat lain punya blog yg selalu update, trend saat ini banyak Penerbit atau ditor dari media yang mulai rajin melongok ke blog-blog kita para penulis amatir, nah, rajin-rajinlah update memperbarui isi blog kita, dan buatlah sesuai dengan tema dan gaya yang kita sukai. Jangan pernah mencontoh tulisan orang lain atau gaya tulisan penulis terkenal
4. Berkaitan dengan point 2 dan 3, mengingat penghormatan terhadap karya cipta orang lain masih belum cukup tinggi di Indonesia, setiap habis “upload” tulisan kamu ke blog, kirim copy ke email pribadi kamu. Ini untuk antisipasi, jika ada orang yang menjiplak karya tulis kita, kita punya bukti kuat bahwa tulisan di blog kita asli hasil pemikiran kita. (Tulisan saya “Jalan-Jalan Murah ke Eropa, jadi backpacker yuk!” yang saya muat di multiply saya –oceanebleue- dan di website penulis pemula http://www.gagasmedia.com. ternyata dijiplak mentah-mentah oleh pemilik blog http://hajarbos.blogspot.com, si pemilik blog hanya menukar subyek “saya” menjadi “gue”. Lucunya hal ini saya ketahui dari salah satu penerbit yang mengajak saya untuk menulis buku panduan backpack ke Eropa)
5. Facebook & Twitter saat ini adalah situs jaringan sosial terbesar, kalau yakin tulisan kita menarik dan bermanfaat, manfaatkan juga fasilitas yang ada di kedua situs tersebut, misalnya dengan menset link dari multiply atau blog kita ke facebook dan twitter, sehingga setiap kita upload tulisan baru, langsung muncul di FB dan Twitter kita. Manfaatkan juga fasilitas “Notes” di FB, karena banyak editor di perusahaan penerbitan buku mempunyai account FB, dan kadang-kadang, kalau memang jodoh, tulisan kita dibaca mereka. Mungkin saja teman dari teman kita ada yang bekerja di perusahaan penerbit bukan? Ngga ada salahnya untuk mencoba segala jalan 
Ngga berani menjalankan ide point 5 ini? Kalau kamu masih takut tulisan kamu dibajak teman FB atau pengguna FB lain yang kena tag, perhatikan trik/ tip point 4 di atas.
6. Kalau kamu sudah punya naskah, sebelum dikirim ke penerbit, pastikan tulisan kamu benar-benar menarik, dan diketik dengan aturan penulisan yang benar (spasi, pemilihan font, pengetikan tanda-tanda baca, dan lain-lain) mungkin bisa minta bantuan teman-teman yang kamu percaya dan mereka obyektif. (kadang kala karena teman/ saudara, mereka jadi ngga enak hati untuk bilang yang sejujurnya kalau tulisan kamu kurang menarik)
7. Untuk tulisan non fiksi, kamu hanya perlu memberikan konsep tulisan kamu, tujuan tulisan dan siapa calon pembaca / target pemasaran buku kamu, ini juga mempengaruhi gaya bahasa yang harus kamu gunakan nanti.
8. Untuk tulisan fiksi, kamu harus sudah menyelesaikan tulisan kamu (minimal 100 halaman A4) dan synopsis. Plot cerita harus dibuat mengalir dari satu bab ke bab lain
9. Berhubung kita ini bukan seleb, untuk membuat resume yang menarik saat nanti kita mengirim naskah ke penerbit, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan redaksi di pernerbit, ikutilah semua lomba penulisan atau rajin-rajin kirim tulisan ke majalah.
10. Nah sekarang, naskah sudah di tangan, terus langkah selanjutnya kamu harus mulai berburu penerbit. Bagaimana cara mendapatkan kontak penerbit?
a. Datang ke toko-toko buku, jangan malu untuk mencatat semua alamat yang penerbit yang tertulis di halaman belakang buku
b. Kalau agak malas jalan-jalan ke toko buku, bisa search di internet, atau di Facebook (banyak penerbit yang punya fan page)
11. Saat mengirim naskah, kita juga harus pandai meyakinkan editor, bahwa tulisan kita ini ide/ konsepnya bagus dan menarik, dan saat ini sedang trend atau sangat dibutuhkan pembaca Indonesia.
12. Ide kamu harus benar-benar orisinil, dan beda dengan yang ada di pasaran/ toko-toko buku.
13. Sebisa mungkin sih kirim naskah ke penerbit dalam bentuk hard copy, ini untuk mengantisipasi kemungkinan tulisan kamu dibajak editor (yang mungkin menolak, tapi ternyata dia menulis ulang atau menyontek konsep tulisan kamu).
14. Kalau ditolak penerbit, apalagi baru 3 editor yang menolak kamu, jangan langsung patah semangat! Naskah saya, Cinderella in Paris, sempat ditolak 3 penerbit besar, padahal saya sudah semangat DATANG LANGSUNG ke kantor mereka (1 ada yang di Yogyakarta hehehe, niat banget ya).
Saya baru sadar, editor di Indonesia sebagian besar tidak berperan sebagai mentor, apalagi konsultan penulisan. Kalau mereka sudah ngga suka dengan tulisan kita, mereka langsung menolak, tanpa ada masukan apa pun.
Editor sangat subyektif. Kalau cuma ditolak 3 – 5 editor, padahal banyak pembaca blog kamu bilang tulisan kamu menarik, jangan langsung putus asa ya! Tetap usaha kirim naskah sampai kamu ketemu editor yang “click” dengan naskah kamu. (bisa dibilang urusan menemukan penerbit ini sama dengan urusan mencari jodoh, hehehe kalau ini sih masalah saya yang belum nemu jodoh yang tepat) Selera masyarakat Indonesia yang ratusan juta orang dengan latar belakang yang sangat beragam, sangat sulit untuk diperkirakan, jadi tetaplah berusaha mengirim naskah ke penerbit yang punya visi, misi dan gaya bahasa mirip-mirip naskah kamu.
15. Untuk penulis pemula seperti kita ini, jangan terlalu bermimpi langsung mendapatkan kontrak dengan penerbit besar dan ternama. Saat ini kita hanyalah NOBODY, yang ngga dikenal siapa-siapa selain para fan di blog kamu (kecuali kamu selebritis yang kondang). Kalau nemu penerbit yang mau menerbitkan tulisan kita, dan editor ini menghargai konsep dan ide tulisan kita, alias “click”, terima saja tawaran editor itu. Yang penting kan cita-cita kita menjadi penulis professional yang bukunya diterbitkan di seantero Indonesia sudah tercapai. Berdoa saja, kalau sudah ada “nama” di buku kita, dan tulisan kita menjadi best seller, pasti penerbit besar yang dulunya melihat kita sebelah mata akan mengajak kerja sama.
(baru-baru ini saya dihubungi lagi oleh editor dari anak perusahaan penerbit besar, yang dulu, waktu Novel saya Cinderella In Paris belum terbit, seolah-olah ogah-ogahan menerima naskah non fiksi saya tentang panduan terlengkap backpacking ke Eropa, mudah-mudahan project ini goal ya, amin)
16. Nah sepertinya segala trick dan tips sudah saya sebutkan semua. Akhirnya, sebagai orang yang percaya TUHAN berperan dalam setiap bagian cerita hidup kita, saran terakhir saya adalah, teruslah berdoa, semoga Tuhan merestui niat kita untuk menjadi penulis. Saya dulu menulis novel CIP, karena saya ingin menghibur teman-teman seperjuangan yang masih lajang, dan ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap para lajang berusian 30 tahunan (terutama wanita), dan saya berdoa kepada Tuhan, semoga novel saya ini bisa dibaca banyak orang, sehingga saya bisa menghibur banyak orang dengan novel saya.
Moga-moga bermanfaat buat teman-teman yang mempunyai mimpi suatu saat tulisannya akan dibaca banyak orang dan terpajang di rak-rak toko buku Gramedia dan toko buku lainnya. Kalau memang kamu punya bakat, tulisan kamu bagus, dan ada “pesan” yang ingin kamu sampaikan ke pembaca Indonesia, teruslah bermimpi. Konsisten pada mimpi kamu, dan jangan berhenti menulis.

Salam sukses !
Sari Musdar untuk fan page Cinderella in Paris
27 April 2010