Yang harus disiapkan sebelum backpack ke luar negeri :
1. Dokumen perjalanan (paspor dan atau visa)
2. Tempat liburan/ itinerary
3. Budget
4. Book tempat penginapan (jika tidak punya saudara/ teman di sana/ couchsurfing)
5. Transportasi (pesawat dan kereta/ bus selama di sana)
6. Siapkan daftar packing list
Tips aman saat berjalan-jalan di tempat wisata
• Saat pertama kali tiba di bandara atau stasiun kereta, tanya pada petugas petunjuk arah dan kereta untuk bisa mencapai hostel tempat anda menginap. Lebih baik rajin bertanya dari pada tersesat bukan?
• Pelajari buku petunjuk atau peta kereta/ metro yang disediakan di stasiun (gratis)
• Untuk menghemat, tanyakan di loket apakah ada paket tiket untuk turis yang berlaku untuk jangka waktu tertentu. Di Eropa Barat terdapat paket tiket kereta untuk tiga hari, paket murah week-end, atau paket 10 kali jalan yang jauh lebih murah jika anda membeli one-way tiket.
• Kalau anda membawa tas ransel, jangan ditaruh di punggung, dokumen penting, kartu kredit dan uang dalam jumlah besar lebih baik ditaruh di tas pinggang atau kantung kecil di dalam baju /body wallet (anda bisa menyiapkan kantung kecil dari bahan katun dengan tali yang bisa diselempangkan di dalam baju)
• Jika anda membawa cukup banyak uang untuk dana selama bepergian di sana, saat berjalan-jalan di kota yang anda kunjungi, bawalah uang untuk keperluan hari itu, selebihnya bisa anda titipkan pada petugas di safe deposit, atau cukup bawa kartu atm dan kartu kredit.
Facebook Badge
Friday, April 16, 2010
Friday, March 19, 2010
cinderella in paris, novel untuk para hapy single
AVAILABLE at GRAMEDIA book stores in all big cities in Indonesia as of April
2010
TEBAL : 305 halaman
penerbit : Human Books
Distributor : Gramedia Pustaka Utama
Penasaran seperti apa sih isi buku "Cinderella in Paris" yang bisa teman-teman
dapati di toko-toko buku Gramedia mulai akhir Maret 2010
Ini aku kasih contekan sinopsisnya ya :
Indonesian version :
SINOPSIS
CINDERELLA IN PARIS
*Sepenggal kisah si pejuang cinta*
Cerita ini bukanlah cerita Cinderella biasa. Ini kisah sepenggal kehidupan seorang perempuan yang beralih ke masa dewasa dalam usaha pencapaian kebahagiaan.
Di usianya yang menginjak dua puluh delapan tahun, Saras Ratiban baru menyadari status single ternyata kurang menguntungkan di masyarakat Indonesia. Takut dicap perawan tua, Saras berusaha dengan segala cara, baik cara yang masuk akal yang ia pelajari dari majalah-majalah wanita maupun cara-cara yang di luar nalarnya sebagai perempuan yang selalu berpikir logis.
Tiga tahun setelah usahanya yang cukup gigih tetapi tanpa ada tanda-tanda keberhasilan, dia berada dalam puncak kejenuhan. Saras memutuskan untuk memulai perjalanan sebagai backpacker ke Eropa bersama sahabat yang baru dikenalnya. Perjalanan itu benar-benar intermezzo dalam hidupnya yang menyenangkan dan penuh petualangan, setidaknya sebelum sahabatnya Vanny berubah menjadi frenemy, teman tapi musuh. Di tengah kesedihan karena dikhianati seseorang yang selama setahun menjadi tempat curhatnya itu, secara tidak sengaja saat berusaha menghindar dari kejaran pelukis jalanan di Montmartre, dia melakukan tindakan nekat yang membuatnya bertemu dengan seseorang lelaki yang berhasil mencuri hatinya.
Apakah setelah kisah cinta yang berliku-liku dan perjalanannya ke berbagai tempat Saras berhasil melewati tekanan sosial masyarakat Indonesia dan menemukan cinta sejatinya?
"Udah baca, asik banget!! Kita semua dalam beberapa titik di kehidupan ini
merasakan hal yg sama. So, sangat involve bgt jdnya pas membaca hehe"
Rudi Soedjarwo, indonesian-film-director (Ada apa dengan cinta)
Sari Musdar's novel, Cinderella in Paris, has all the makings of a twenty-first
century romantic comedy. It may become just another charming story about Paris,
delighting the readers of Indonesia. Yet it may go farther, seeping deep into
the mythic fabric of our literary history, enchanting readers for centuries to
come, just like the first tales of the brave "Cendrillon"—little "Cinderella."
Roman Payne, Novelis Perancis, pengarang beberapa novel antara lain "Rooftop
Soliloquy" dan "Hope and Despair"
info lebih lanjut gabung di grup "CINDERELLA IN PARIS" di face book
Labels:
chicklit. paris,
cinderella,
happy,
novel,
single
Tuesday, December 8, 2009
PANDUAN WISATA ALA BACKPACKER (UNTUK PEMULA)
Apa isi Buku Panduan ini?
Buku ini memang dikhususkan untuk mereka yang ingin menjelajah Eropa dengan dana terbatas dan merancang perjalanan sendiri atau berwisata ala backpacker pemula, artinya mereka belum pernah melancong sendiri ke Eropa.
Edisi pertama buku “Panduan Wisata ala Backpacker” ini akan membahas tempat-tempat wisata terkenal di BENELUX (Belgia, Netherlands dan Luxembourg) plus Perancis (Paris dan Nice) dan Trier (Jerman). Paris dan Trier dimasukkan karena kedua kota itu relatif cukup dekat ke BENELUX. Saya masukkan Trier di sini karena jika anda benar-benar dibatasi dana dan waktu, tetapi anda ingin melihat peninggalan kejayaan Kekaisaran Roma, anda tidak perlu jauh-jauh ke Italia di selatan Eropa. Di jaman Kekaisaran Romawi, Trier mempunyai julukan “Roma Seconda” karena enam kaisarnya pernah tinggal di kota ini. Semua bangunan di Trier hampir sama dengan bangunan yang ada di Roma (gereja Cathedral/ Gothic, amphitheater, gedung pemandian ala Romawi, dan jembatan Romawi)
Informasi apa yang bisa anda dapatkan dari buku ini? Untuk setiap kota saya sajikan informasi :
1. alat transportasi untuk mencapai kota tujuan anda dengan moda apa pun anda mencapai negara tersebut
2. transportasi terbaik untuk berjalan-jalan selama berada di kota
3. cuaca
4. informasi penting (pusat informasi turis, bahasa, mata uang, perbedaan waktu, kantor pos, kode area, dan kedutaan Indonesia). Tempat pertama yang harus anda kunjungi adalah pusat informasi turis untuk mengetahui kegiatan saat itu, informasi pemebelian tiket masuk dan transportasi. Anda bisa update itinerary yang sudah anda rancang jauh-jauh hari dengan informasi yang anda dapatkan dari petugas di informasi turis.
5. tips wisata hemat (tempat makan, museum/ atraksi gratis, hemat tiket transportasi)
6. tempat-tempat yang wajib untuk dikunjungi (rekomendasi, pilihan ada pada anda)
7. tempat belanja
8. Event / Atraksi tahunan (banyak kegiatan diadakan tanpa harus membuat anda mengeluarkan uang)
9. Tempat hiburan malam
10. Contoh kegiatan jika anda hanya punya waktu satu hari di kota yang anda kunjungi
11. Warung Internet (walaupun hampir semua hostel di Eropa mempunyai fasilitas 2 komputer dengan koneksi internet dengan tarif 2 euro per 30 menit atau wifi di lobbynya, tetapi jika dalam keadaan darurat saat anda sedang berjalan-jalan membutuhkan internet, anda bisa datang ke café internet)
12. Hostel : Saya hanya menulis hostel yang direkomendasikan. Untuk selengkapnya anda bisa lihat di http://www.hostelworld.com atau http://www.hostelbookers.com)
Dan yang terlebih penting di bagian pertama saya selipkan informasi bagaimana mengurus visa schengen dan dokumen perlengkapannya. Karena dari pengalaman yang saya ketahui di milis, banyak teman-teman yang gagal mendapatkan Visa Schengen. Maka saya pikir sangat penting untuk memberikan informasi tersebut, sehingga anda benar-benar mempersiapkan diri dengan baik agar perjalanan anda tidak terhambat hanya karena urusan Visa.
Akhirnya, saya berharap buku kecil dan sederhana ini dapat membantu teman-teman merancang perjalanan dan itinerary serta budget untuk mengintip kota-kota di BENELUX dan tetangganya. Jika ada hal yang belum ditulis di sini, anda masih bisa improvisasi dengan informasi gratis yang anda dapatkan di Pusat informasi Turis di kota yang anda tuju.
JIka anda tertarik untuk mendapatkan copy , silakan kontak smusdar@hotmail.com Subyek : panduan backpacker
harga : 25.000 belum termasuk ongkos kirim
Trier, Roma Kedua di utara Eropa
Saturday, October 3, 2009
My first Novel, "Cinderella in Paris"
Actually I never intended to make this novel before. Ten months ago there is an editor from MASMedia in Centre Java interested with my article "Backpack to Europe" (in bahasa) http://www.gagasmedia.com/pariwisata/penulis/jalan-jalan-murah-ke-eropa-jadi-backpacker-yuk-2.html#comments
He then asked me to write a non fiction-book tells about single-30s-women live at big cities in Indonesia which he promised will be published but his employer where he works.
Unfortunately there was an accident at my lap top, at that time I stayed at my sister's house in Melbourne, and I forgot to save my work (the book's draft) at USB. Voila, I informed that to that editor, but seems he didnt believe with my reason to ask more time for the deadline.
In short, while I am back to Jakarta, Indonesia, I try to continue write the book, but suddenly I change my mind, "what I dont try to write a novel"
This novel 80 % based on my true story and my best-female-frieds' story so I dont need much time to finish it, it only takes 2 months!!
So what is the novel try to tell you? this is not only chicklit, this is not only a physical journey of the person in this novel to Europe, Australia, meet local guys there, this is also about spiritual journey of the person to see not only about love, but also destiny and life it is.
My vision is all the 30s single-girls who read this novel will felt being entertained and also stand up for facing the life, grab love that comes to them..
and for many indonesian people to stop burden us with that social pressure, stop judging us, stop labelling us as unpretty or any bad label..
Love is God's gift
Love is wonderful
and true love will come when you stop looking on it until he comes in front of you
E-book version of this novel can be downloaded at
http://www.ziddu.com/download/6755795/CinderellainParis.pdf.html
perjalanan ribuan kilometer selalu dimulai dari satu langkah
Sewaktu saya menulis kisah perjalanan backpack saya ke Eropa di sebuah website gagasmedia.com, ada pertanyaan atau pun komen dari teman-teman yang membaca tulisan saya, "Mbak, saya belum pernah backpack atau jalan-jalan ke luar Indonesia, takut ngga sih Mbak kalo jalan-jalan sendiri gitu?"
Saya tertawa, karena duluuuuu sekali, saya tidak pernah membayangkan bisa menjelejah ribuan kilometer dari rumah saya. Saya yang waktu kecil ringkih selalu mabuk darat saat naik mobil atau bis, beberapa tahun kemudian bisa menjelajah ke beberapa tempat. Seperti kejadian yang masih baru, saya masih ingat, dulu setiap pergi naik mobil, begitu mobil distarter, saya langsung merebahkan diri di pangkuan ibu saya, karena takut pusing.
Perjalanan backpack pertama saya dilakukan saat saya masih kuliah di bandung bersama teman-teman kuliah di Fakultas Hukum UNPAD ke Yogyakarta. Kami sepuluh perempuan selama ini pergi dengan orang tua mengikuti paket tur dan belum pernah jalan-jalan ala backpack dengan nekatnya memilih akan menggunakan kereta Bandung – Yogyakarta kelas ekonomi. Walhasil selama delapan jam di jalan kami menghabiskan waktu perang melawan kecoa-kecoa kecil dengan gulungan Koran, belum lagi di awal kami memasuki gerbong kereta yang kami naiki, sempat beradu mulut dengan bapak-bapak yang salah duduk di tempat kami tetapi tetap ngeyel duduk di tempat yang tidak sesuai dengan nomor kursi di tiketnya.
Kami perempuan-perempuan manis, dengan sok-soknya ingin mencoba petualangan di kereta ekonomi Bandung- Yogyakarta. Walhasil, sepanjang 10 jam perjalanan, tangan kami yang dibekali gulungan koran sibuk menggebuki anak kecoak yang tanpa malu-malu datang bertubi-tubi membawa sanak keluarganya ingin berkenalan dengan kami. Tapi anehnya kok itu malah membuat kami tertawa-tawa dan tidak kesal.
Dari pengalaman pertama ini lah, saya (dan teman-teman) belajar membuat perencanaan untuk acara jalan-jalan, menghitung budget dan membuat itinerary sendiri dengan sebelumnya mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat-tempat tujuan yang akan kita lihat.
Jadi, perjalanan sejauh apa pun dimulai dari satu langkah kecil, mulailah dari sekarang!
Subscribe to:
Posts (Atom)





