Monday, June 29, 2009

Melihat Eropa lebih dekat (bag 01)

Melihat lebih dekat Eropa dengan dana terbatas? Jadi Backpacker yuk Akhirnya setelah menunggu berapa lama untuk bisa melancong ke Eropa saya berhasil mendapatkan visa untuk berjalan- jalan ke beberapa Negara di Eropa Barat sebagai backpacker. Namanya juga perjalanan mancanegara, karena berkaitan dengan urusan kelengkapan dokumen dan biaya yang tidak sedikit, maka semuanya sudah saya persiapkan dengan perencanaan yang sangat matang beberapa bulan sebelumnya, terutama mengenai budget, karena saya membiayai sendiri perjalanan ini dari uang tabungan hasil kerja selama 2 tahun terakhir. Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik semata, tapi memenuhi obsesi untuk bisa berwisata tidak hanya melakukan kegiatan standar sebagai turis manis yang sibuk mengambil foto dan mengandalkan program dari biro perjalanan, tetapi saya ingin mempunyai pengalaman yang seru juga mengenal kebudayaan dan berinteraksi dengan orang-orang setempat dan backpacker dari negara –negara lain. Untuk pengurusan visa saja sudah memakan waktu dan perlu strategi, terutama setelah adanya isu teroris sejak tahun 2003, beberapa Negara yang tergabung dalam Schengen, memperketat persyaratan pengajuan visa. Untuk backpacker yang bermimpi berjalan-jalan ke beberapa Negara di Eropa Barat, dengan dana yang terbatas, harus pandai –pandai membaca ketentuan yang ditetapkan tersebut sehingga permohonan visa kita tidak ditolak. Sebelumnya saya sibuk surfing di Internet untuk mendapatkan data youth hostel yang murah, aman dan aksesnya mudah dicapai tanpa perlu transportasi serta transportasi dan akomodasi di sana. Saya memilih Negara pertama yang akan saya kunjungi Belanda karena pengurusan visa di Kedutaan ini menurut saya prosedurnya tidak ribet dan memakan waktu lama. Setelah diwawancara saat memasukkan pengajuan visa dan persyaratannya, dan menunggu selama 8 hari, akhirnya saya bahagia melihat visa Schengen dari Kerajaan Belanda ada di halaman 7 paspor saya. Puas, karena saya mengurus sendiri permohonan visa tersebut. Belanda Tanggal 19 Mei saya berangkat jam 18.45 dari Bandara Cengkareng dengan penerbangan KLM-810 menuju Schipol. Penerbangan ini memakan waktu sekitar 13 jam dengan transit selama 2 jam di Bandara Kuala Lumpur (dibandingkan dengan bandara Sukarno Hatta, walaupun sama-sama Negara di Asia tenggara, tetapi Bandara KL jauh lebih bersih, modern dan nyaman), untunglah dari Kuala Lumpur duduk manis di samping saya seorang laki-laki dari New Zealand yang menjadi teman seperjalanan di pesawat, sehingga sisa waktu 10 jam berikutnya tidak jadi membosankan. Teman seperjalanan saya ini bisa dibilang terbang hampir setengah dunia, bayangkan saja, kalau dihitung – hitung dia harus menempuh perjalanan dari New Zealand ke Dublin, Irlandia selama 24 jam dengan transit di 3 airport ! Dari dia juga saya mendapatkan masukan berharga tentang Bandara Schipol yang super besar dan kota Amsterdam . Pertama menjejakkan kaki di Schipol Airport setelah urusan imigrasi, saya sempat terbingung-bingung karena teman SD saya yang semula berjanji akan menjemput ternyata tidak muncul karena ada keperluan penting, terpaksa saya harus bertanya pada orang setempat bagaimana untuk mencapai tempat penginapan yang sudah saya pesan melalui website jasa pemesanan hostel internasional. Walaupun semua informasi / papan petunjuk dan nama jalan ditulis dalam bahasa Belanda, tetapi untunglah kita tidak perlu bisa berbahasa Belanda di sini, karena sebagian besar penduduk bisa berbicara dan mengerti bahasa Inggris. Bandara yang bangunannya modern, bersih dan sangat besar ini mempunyai fasilitas yang lengkap. Di Bandara Schipol kita oodbisa mendapatkan informasi tempat-tempat wisata di Belanda dengan pelayanan yang professional dan ramah dan tanpa perlu keluar gedung kita bisa mendapatkan kereta menuju beberapa kota di Belanda. Dari Schipol saya naik kereta dengan tiket seharga 3,60 euro menuju Amsterdam Centraal selama 30 menit. Di depan Amsterdam Centraal terdapat gedung kecil Amsterdam Tourism & Convention Board, yang lebih dikenal dengan VVV, tempat turis/ traveler mendapatkan informasi lebih lengkap tentang tempat wisata di Amsterdam dan beberapa kota sekitarnya, akomodasi, tempat menginap, transportasi serta tiket wisata dan transportasi. Dengan memasukkan koin 2 euro di mesin, kita bisa mendapatkan peta

No comments:

Post a Comment